MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID – Pokja Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Tarakan, Kalimantan Utara melakukan studi tiru ke Makassar, Sulawesi Selatan untuk mempelajari penerapan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman mengatakan, studi tiru tersebut menjadi ruang bagi kedua daerah untuk bertukar pengalaman dalam mengembangkan layanan PAUD.
Studi itu juga mencakup penguatan pendidikan karakter, keterlibatan keluarga dan perlindungan anak.
“PAUD negeri di Makassar tidak hanya diarahkan sebagai tempat belajar anak, tetapi juga menjadi ruang pendidikan karakter dan edukasi bagi orang tua,” katanya di Makassar, Jumat (9/10/2026).
Salah satunya, lanjut Achi, melalui “Surga” atau Sudut Keluarga di TK Negeri Rappocini sebagai ruang interaksi dan edukasi keluarga.
TK Negeri Kecamatan Rappocini merupakan satu dari lima PAUD negeri yang dimiliki Pemkot Makassar.
Sebagai bagian dari penguatan Kota Layak Anak, kata Achi Makassar juga memberikan edukasi perlindungan diri kepada anak sejak dini.
Anak dikenalkan dengan konsep sentuhan yang boleh dan tidak boleh sebagai salah satu upaya mencegah kekerasan, termasuk kekerasan seksual.
Sementara itu, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar Titin Florentina mengatakan Makassar merupakan salah satu daerah percontohan pengembangan PAUD HI.
Menurutnya, kunjungan PAUD Tarakan menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman sekaligus menyempurnakan program yang telah berjalan.
Adapun Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri mengatakan, kunjungan tersebut selain silaturahmi, juga menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan bertukar praktik baik dalam penyelenggaraan PAUD.
“Pentingnya menempatkan anak sebagai pusat proses pendidikan dengan memberikan ruang untuk bermain, mengeksplorasi, bertanya, berkreasi, dan belajar sesuai dunianya,” kata istri Walikota Makassar itu.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Tarakan, Sitti Rujiah menyebut alasan kunjungan ke Makassar karena dinilai memiliki pengalaman dalam penerapan PAUD HI.
“Kami ingin belajar bagaimana pelaksanaan PAUD HI sebenarnya,” ujarnya.
Ia berharap kunjungan tersebut memberikan referensi, termasuk prosedur dan strategi yang dapat diadaptasi untuk pengembangan PAUD HI di Kota Tarakan.
“Penguatan PAUD HI juga menjadi salah satu kebutuhan dalam meningkatkan pemenuhan indikator Kota Layak Anak,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala TK Negeri Kecamatan Rappocini, Zusanna Syarid turut memaparkan berbagai program dan praktik pembelajaran yang diterapkan di sekolah.
Pemaparan mencakup pengelolaan sentra, penguatan pendidikan karakter, pembiasaan positif bagi anak, serta keterlibatan orang tua dalam mendukung proses tumbuh kembang anak.
Selama dua hari, rombongan PAUD Tarakan mengunjungi TK Negeri Rappocini dan TK Islam Athirah untuk melihat langsung praktik pengelolaan PAUD, pembelajaran yang berpusat pada anak, keterlibatan orang tua, pembiasaan hidup sehat, pemenuhan gizi dan kesehatan, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.









