MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID – UPTD SPF SMPN 12 Makassar, Sulawesi Selatan menggelar kompetisi akademik berbasis digital melalui platform “Belajarku Champion 2026” antar kelas menghadirkan sejumlah siswa dan guru.
Kepala SMPN 12 Makassar, Habiba mengatakan peserta mengerjakan soal menggunakan platform aplikasi Modulku dan Belajarku, sambil tetap melakukan perhitungan, pencatatan, dan analisis pada lembar kerja masing-masing.
“Suasana kompetisi berlangsung edukatif, kompetitif, dan menyenangkan,” katanya, Kamis (8/10/2026).
Dikatakan, kompetisi antar kelas pada mata pelajaran yang berbeda untuk setiap tingkatan diwakili 33 siswa.
Kelas 7 berkompetisi pada mata pelajaran Bahasa Inggris, kelas 8 pada mata pelajaran Matematika, dan kelas 9 pada mata pelajaran IPA.
“Hasil kompetisi tersebut melahirkan 3 juara untuk masing-masing tingkatan kelas, yang berhak menerima sertifikat dan piala sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka,” katanya.
Ia mengatakan perogram ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan teknologi dalam mendukung proses belajar serta pengembangan potensi akademik pelajar.
Sejak awal kegiatan, para peserta terlihat antusias mengikuti arahan guru dan pendamping. Suasana kompetisi berlangsung serius namun tetap menyenangkan, dengan siswa berusaha menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
“Aplikasi yang digunakan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pembelajaran, tetapi juga mampu membangkitkan semangat siswa untuk berkompetisi secara sehat,” ujarnya.
Dikatakan, kegiatan tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga melibatkan guru, sehingga ada kolaborasi antara siswa dan guru untuk mewujudkan apa yang diharapkan dalam kegiatan ini.
Melalui kegiatan ini, lanjut Habiba, siswa diajak untuk melatih fokus, kepercayaan diri, ketelitian, dan keberanian dalam menghadapi tantangan akademik.
Pemanfaatan teknologi dalam kompetisi juga memberikan pengalaman belajar yang berbeda.
“Siswa tetap melakukan proses berpikir, menghitung, mencatat, dan menganalisis, sementara teknologi digunakan sebagai media penyampaian soal dan pelaksanaan kompetisi,” katanya.
Aplikasi Belajarku merupakan bagian dari ekosistem pembelajaran yang dikembangkan bersama Modulku.
Modulku berfokus membantu guru dalam berbagai kebutuhan pembelajaran, mulai dari perencanaan, penyusunan bahan ajar, asesmen, hingga aktivitas pendukung pembelajaran lainnya.
Sedangkan Belajarku menjadi ruang bagi siswa untuk belajar, mengerjakan tugas, mengikuti asesmen, dan berpartisipasi dalam kompetisi akademik seperti Belajarku Champion.
Secara sederhana, alur tersebut dapat digambarkan bahwa Guru menyiapkan pembelajaran melalui Modulku, kemudian siswa belajar dan mengerjakan melalui Belajarku dan hasil belajar dapat digunakan guru untuk melihat perkembangan siswa.
“Pendekatan ini diharapkan dapat membantu sekolah memanfaatkan teknologi bukan hanya sebagai alat administrasi, tetapi sebagai bagian dari proses pembelajaran yang lebih efektif dan terstruktur,” katanya.









