Delapan Sekolah Dipetakan untuk Revitalisasi 2027, SMPN 1 Binangun Butuh Ruang Kelas Baru

Penulis: Gunawan Trihantoro | Editor: Eko Budi Utomo
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Cilacap Fajar Dinarwoko (memakai topi hitam) melakukan monitoring sekolah untuk memetakan kebutuhan bantuan revitalisasi sekolah di Kabupaten Cilacap tahun 2027.

CILACAP, KYAIMENTERI.ID – Sebanyak delapan sekolah di Kabupaten Cilacap dimonitor untuk memetakan kebutuhan sarana dan prasarana sebagai bahan persiapan pengajuan bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2027. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah penambahan ruang kelas baru di SMPN 1 Binangun.

Monitoring dilakukan pada Senin (19/10/2026) oleh tim terkait dengan pendampingan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Cilacap, Fajar Dinarwoko.

Fajar mengatakan, monitoring diperlukan untuk memastikan usulan revitalisasi sesuai dengan kondisi nyata dan kebutuhan prioritas setiap sekolah.

“Setiap sekolah memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, monitoring menjadi penting untuk memastikan usulan yang diajukan sesuai dengan kondisi faktual dan skala prioritas,” ujar Fajar kepada kyaimenteri.id.

Delapan sekolah yang dimonitor meliputi SDN 8 Sidanegara dan SDN 11 Sidanegara di Kecamatan Cilacap Tengah, SMPN 2 Adipala, SMPN 1 Binangun, SDN Karang Pakis 4, SDN Karang Pakis 2, SDN Jepara Kulon 4, serta SMP Muhammadiyah Sampang.

Dari hasil pemantauan, SMPN 1 Binangun menjadi salah satu sekolah yang membutuhkan perhatian karena memerlukan tambahan ruang kelas baru untuk mendukung kegiatan pembelajaran.

Menurut Fajar, kebutuhan tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan usulan revitalisasi tahun 2027. Ketersediaan ruang belajar yang memadai penting untuk menunjang proses pembelajaran yang aman dan nyaman.

Selain memetakan kebutuhan ruang kelas, tim juga memeriksa kondisi sarana dan prasarana di sekolah lainnya. Hasil monitoring akan menjadi bahan penyusunan usulan berdasarkan kondisi lapangan dan skala prioritas masing-masing satuan pendidikan.

Fajar berharap usulan yang diajukan dapat tepat sasaran sehingga bantuan revitalisasi nantinya benar-benar menjawab kebutuhan sekolah.

“Harapannya, bantuan yang nantinya diberikan dapat menjawab kebutuhan sekolah, baik dari sisi keamanan dan kenyamanan bangunan maupun dukungan terhadap proses pembelajaran,” katanya.

Monitoring ini menjadi bagian dari persiapan pemerintah daerah sebelum mengajukan usulan revitalisasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Melalui pemetaan langsung, kebutuhan sarana pendidikan di Kabupaten Cilacap diharapkan dapat ditangani secara bertahap sesuai prioritas dan ketersediaan dukungan pemerintah pusat.

Bagikan Tulisan Ini