CILACAP, KYAIMENTERI.ID – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Wanareja Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, menjadi primadona sekaligus incaran bagi para calon murid baru.
Hingga Rabu (17/6/2026), sekolah ini sudah memverifikasi 933 calon murid baru. Angka ini melampaui capaian sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun SMK di wilayah sekitar yang jumlahnya berkisar 300 – 750 siswa.
Meski animo calon murid baru untuk menimba ilmu di sekolah ini begitu tinggi, pihak sekolah menyatakan komitmen untuk menyelenggarakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) bersih dari praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Sekolah ini dengan tegas menolak praktik titip menitip calon murid baru.
“Kami mengikuti regulasi yang berlaku. Kami sangat menjunjung tinggi aturan yang telah ditetapkan Gubernur maupun Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. No Titip, No Jastip,” tegas Kepala SMKN 1 Wanareja, Sri Utami, S.Pd, MM kepada kyaimenteri.id, Rabu (17/6/2026).
Komitmen Ciptakan SPMB Bersih
Menurut Sri Utami, komitmen itu selain untuk menciptakan SPMB bersih, juga membuktikan predikat Sekolah Berintegritas di Jawa Tengah yang diperoleh sekolah ini di tahun 2025 lalu. Dia mengungkapkan, para calon murid baru yang telah terverifikasi bukan hanya datang dari wilayah Kecamatan Wanareja.

Banyak calon murid baru yang berasal dari berbagai lulusan SMP maupun MTs di wilayah Cilacap Barat seperti Kecamatan Dayeuhluhur, Majenang, Cipari, Sidareja, Cimanggu maupun dari wilayah Cilacap Timur seperti Kecamatan Kroya, Nusawungu, dan Maos.
Calon murid baru juga datang dari lulusan SMP maupun MTs sejumlah wilayah Kabupaten tetangga seperti Salem di Kabupaten Brebes hingga Gombong Kabupaten Kebumen. Bahkan banyak di antaranya yang berasal dari wilayah Jawa Barat seperti Kota Banjar, Lakbok, Langen, hingga Bandung dan Bekasi.
Menurut Sri Utami, daya tarik utama sekolahnya selain memiliki tujuh program keahlian, juga berbagai kegiatan yang mampu membekali siswa setelah lulus. Contohnya di program keahlian Agribisnis Tanaman dan Agribisnis Ternak.
Murid dilibatkan secara langsung dalam kegiatan budidaya ayam petelur dan ayam pedaging serta mengelola kegiatan pertanian modern yang mendapat bimbingan langsung dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Salah satu panitia, Haris Al Amin menjelaskan, verifikasi terhadap 933 calon murid baru merupakan data di hari Rabu (17/6/2026). Sedangkan jumlah peminat dIperkirakan mencapai 1.300 orang.
“Total pendaftar ada di sistem yang dibuat oleh provinsi. Kami tidak punya kewenangan akses. Data riil yang kami catat adalah jumlah calon murid baru yang sudah melakukan verifikasi,” ujar Haris saat ditanya total pendaftar di sekolahnya.
Kuota yang tersedia untuk tahun ini sebanyak 612 orang, meliputi jalur prestasi, afirmasi dan jalur domisili terdekat. Untuk jalur prestasi kuotanya sebanyak 459 orang, jalur afirmasi 96 orang serta jalur domisili terdekat sebanyak 57 orang. (*)









