MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID – Dinas Perpustakaan Kota Makassar melalui Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Tenaga Perpustakaan Sekolah.
Kegiatan dilaksanakan di Ruang Pola Sipakatau, lantai 2 Menara Balai Kota Makassar, Jalan Jendral Ahmad Yani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), sejak Rabu hingga Jumat 19-21 Agustus 2026.
Lebih dari 50 utusan perwakilan SD dan SMP se kota Makassar yang berjumlah 100 peserta mengikuti Bimtek itu.
Bimtek menjadi bagian dari komitmen Dinas Perpustakaan Kota Makassar dalam memperkuat pembinaan perpustakaan sekolah secara berkelanjutan.
Sekretaris Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Syahruddin, mengatakan kegiatan meliputi lokakarya, Bimtek, implementasi, pendampingan hingga persiapan akreditasi, guna mewujudkan Makassar Literasi Kuat melalui Gemar Membaca dan Peran Perpustakaan.
“Peserta dibekali materi pengelolaan bahan dan pelayanan perpustakaan,” katanya, Jumat (21/8).
Peserta Mampu Menerapkan Hasil Bimtek
Syahruddin juga mengungkapkan bahwa peserta diajak menggunakan sistem aplikasi SLiMS sebagai otomasi perpustakaan, IT Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel.
“Peserta juga mendapat pendampingan praktik instalasi dan pengenalan fitur SliMS,” katanya.
Di sesi berikutnya materi difokuskan pada penyusunan bukti fisik akreditasi, meliputi standar koleksi, sarana dan prasarana, pelayanan, tenaga perpustakaan, serta penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan.
Syahruddin bahwa peserta juga mengikuti pembuatan akun SIPAPI (Sistem Penilaian Akreditasi Perpustakaan Indonesia), simulasi pendaftaran, dan pengajuan bukti fisik.
“Saya berharap peserta mampu menerapkan hasil Bimtek di perpustakaan masing-masing sekaligus memenuhi standar akreditasi,” ucap Syahruddin.
Pembekalan Teknis Pengelolaan Perpustakaan
Adapun ketua panitia, Plt. Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Tulus Wulan Juni, mengatakan Bimtek kali ini memberikan pembekalan teknis terkait pengelolaan dan pelayanan perpustakaan, pemanfaatan teknologi informasi, serta penyiapan bukti fisik enam komponen akreditasi.
“Termasuk penggunaan IT, dengan hasil akhir seluruh sekolah dapat menyiapkan diri mengikuti akreditasi perpustakaan tahun ini,” ujarnya.
Pelaksanaan Bimtek ini merupakan kelanjutan dari lokakarya sebelumnya yang membahas Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, diikuti 76 sekolah se Kota Makassar pada Selasa 11 Agustus lalu.
Dorong Sekolah Tingkatkan Pengelolaan Perpustakaan
Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Dr. Aryati Puspasari Abady mendorong agar sekolah terus meningkatkan pengelolaan perpustakaan agar sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan.
“Kita perlu mendorong sekolah untuk membenahi perpustakaannya secara bertahap sesuai Standar Nasional Perpustakaan,” katanya.
Ini dianggap penting, lanjut Asyati mengingat jumlah perpustakaan sekolah SD dan SMP di Kota Makassar yang telah terakreditasi masih relatif terbatas.
Saat ini, baru sekitar 61 perpustakaan sekolah dari lebih 600 perpustakaan sekolah yang telah terakreditasi.
Ia menekankan bahwa perpustakaan sekolah bukan sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku.
Sekolah harus menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan, pusat sumber belajar, serta ruang untuk menumbuhkan budaya baca dan kemampuan literasi peserta didik.
Lokakarya yang dihadiri lebih dari 150 peserta dari 76 sekolah SD dan SMP se kota Makassar itu
semakin interaktif ketika sejumlah peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif berdiskusi.
Sedikitnya ada 10 peserta mengajukan pertanyaan secara langsung kepada narasumber terkait berbagai persoalan pengelolaan perpustakaan sekolah.
Libatkan Kepala Sekolah Pengambil Kebijakan
Salah seorang peserta, Fendy, Kepala Perpustakaan SD Islam Al-Azhar 34 Makassar, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan Kota Makassar karena telah menghadirkan forum yang juga melibatkan Kepala Sekolah sebagai pengambil kebijakan.
Menurut Fendy, keterlibatan Kepala Sekolah menjadi penting karena dukungan pimpinan sangat menentukan pengembangan perpustakaan di sekolah.
Sejumlah peserta juga berharap kegiatan lokakarya, bimbingan teknis, dan kegiatan penguatan kapasitas tenaga perpustakaan dapat lebih sering dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi pengelola perpustakaan sekolah.









