Pemerintah Perkuat Pendidikan Vokasi, Lulusan SMK dan LKP Makin Siap Go Internasional

Penulis: 

Surabaya, KyaiMenteri – Pemerintah terus memperkuat pendidikan vokasi sebagai langkah strategis mencetak generasi muda yang siap bersaing di pasar kerja internasional. Melalui penguatan kompetensi, pembelajaran berbasis industri, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan kebekerjaan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dipersiapkan menjadi tenaga kerja profesional yang adaptif terhadap kebutuhan industri global.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa SMK dan LKP memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, baik dari sisi hard skills maupun soft skills.

Menurutnya, pemerintah telah menjalankan berbagai program untuk membuka peluang bagi peserta didik SMK dan LKP yang ingin membangun karier di luar negeri. Tidak hanya keterampilan teknis, kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi juga menjadi perhatian utama.

“Dalam dunia kerja global, selain keterampilan teknis, kemampuan beradaptasi, etika, bahasa, dan pemahaman budaya kerja menjadi poin penting yang perlu disiapkan. Pendidikan di SMK dan LKP membantu generasi muda agar siap bekerja secara optimal dan mampu mengembangkan potensinya di negara tujuan,” ujar Tatang dalam keterangannya pada Sabtu (23/5) di Jakarta.

Upaya tersebut terlihat dalam kegiatan Pelepasan 3.000 lulusan SMK dan 600 LKP untuk bekerja di luar negeri yang digelar di Surabaya beberapa waktu lalu. Kegiatan ini menjadi gambaran nyata bagaimana pendidikan vokasi membuka jalan bagi generasi muda Indonesia menembus pasar kerja internasional.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Arum Tri Wulandari, alumni LKP Navigation Career Line (NCL) Madiun, yang akan berangkat ke Albania, Eropa Timur. Berbekal ketertarikan di bidang tata boga, Arum mengambil program perhotelan dengan fokus culinary dan akan bekerja sebagai commis di Apollon Hotel Albania.

“Tentu saya sangat semangat bisa bekerja di luar negeri karena ingin mendapatkan pengalaman kerja internasional sekaligus membantu perekonomian keluarga,” ungkap Arum.

Selama menempuh pendidikan di NCL Madiun, Arum mendapatkan pembelajaran praktik sesuai standar industri dan telah menyelesaikan magang di Batam. Pembekalan intensif mengenai dunia kerja luar negeri membuatnya mampu bersaing hingga berhasil memperoleh kesempatan kerja internasional pada percobaan pertamanya.

Direktur NCL Madiun, Sudarto mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan berbagai hotel di dalam maupun luar negeri. Tahun ini, sebanyak 42 lulusan NCL bekerja di sejumlah negara seperti Albania, Taiwan, Malaysia, Arab Saudi, hingga Amerika Serikat.

“Kami memang fokus mempersiapkan peserta untuk bekerja di luar negeri. Kurikulum disusun sesuai kebutuhan industri dan praktisi terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga peserta memiliki kompetensi berstandar global,” jelas Sudarto.

Kisah serupa juga datang dari Muhammad Faiz Setyono, alumnus SMKN 2 Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang bersiap berangkat ke Jepang. Faiz mengaku sejak lama tertarik membangun karier di luar negeri karena peluang kerja dan pengembangan diri yang lebih luas.

Sejak kelas 12, ia mulai mempersiapkan diri dengan mempelajari budaya kerja, bahasa, hingga kemampuan beradaptasi. Bidang pekerjaan yang akan dijalaninya di Jepang pun sejalan dengan jurusan teknik yang dipelajarinya di SMK.

“Saya mengambil jurusan teknik di SMK dan nanti di Jepang juga bekerja di bidang yang sama. Kesempatan ini ingin saya manfaatkan untuk mengembangkan kemampuan, memperluas relasi, dan menambah pengalaman kerja global,” kata Faiz.

Ia menambahkan, dukungan orang tua dan sekolah menjadi faktor penting dalam proses persiapannya. Sekolah turut memastikan siswa memperoleh lembaga pelatihan yang tepat serta pendampingan hingga proses keberangkatan berjalan aman dan lancar.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Jiwan, Lamijan, menjelaskan bahwa sekolah memiliki skema pemetaan karier bagi siswa sejak dini. Program tersebut bertujuan membantu sekolah menyiapkan layanan pendidikan sesuai minat dan tujuan karier masing-masing siswa, termasuk bagi yang ingin bekerja di luar negeri.

“Kami melakukan pemetaan yang sebelumnya dimulai pada semester enam, kini dipercepat menjadi semester empat agar persiapan lebih matang. Selain itu, kami memberikan pelatihan bahasa dan menghadirkan industri sebagai guru tamu untuk membekali siswa menghadapi dunia kerja global,” ujar Lamijan.

Ia menambahkan, sejak 2009 lulusan SMKN 2 Jiwan telah mulai bekerja dan magang di berbagai negara. Minat siswa untuk berkarier di luar negeri pun terus meningkat setiap tahun. Jika sebelumnya hanya lima siswa yang tertarik bekerja di luar negeri, kini sedikitnya 20 siswa setiap tahun memilih jalur tersebut dengan negara tujuan seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Jerman.

“Tahun ini ada 24 lulusan yang akan berangkat magang ke luar negeri. Kami memastikan seluruh persiapan dilakukan secara maksimal agar mereka mampu berkembang, mengaplikasikan ilmu, dan menyerap pengalaman dari industri global,” pungkas Lamijan. (*)

Bagikan Tulisan Ini