Ketika Jalanan Menjadi Ruang Eksistensi Remaja

Penulis: 

Fenomena geng motor remaja sesungguhnya adalah cermin dari cara kita memperlakukan generasi muda.

Ketika seorang anak memilih jalanan sebagai tempat mencari identitas, mungkin ada ruang di rumah, sekolah, atau masyarakat yang belum berhasil kita hadirkan.

Karena itu, jangan hanya bertanya siapa pelakunya. Mari bertanya pula siapa yang seharusnya hadir sebelum seorang anak memilih jalan kekerasan.

Kita tetap membutuhkan hukum yang tegas. Namun, ketegasan hukum harus berjalan bersama pendidikan, pengasuhan, pendampingan, dan pembinaan.

Sebab tujuan terbesar kita bukan sekadar membubarkan geng motor malam ini. Tujuan yang lebih penting adalah memastikan anak-anak yang hari ini berada di jalanan memiliki alasan untuk memilih jalan yang berbeda esok hari.

Mereka bukan sekadar pelajar yang harus dihukum ketika salah. Mereka adalah generasi yang sedang mencari arah.

Tugas kita adalah membantu mereka menemukan arah itu.

Jangan biarkan jalanan menjadi sekolah bagi kekerasan. Jadikan keluarga tempat pertama untuk belajar kasih sayang, sekolah tempat menemukan masa depan, dan masyarakat tempat tumbuhnya keberanian yang sehat.

Sebab setiap anak yang berhasil kita selamatkan dari kekerasan hari ini, sesungguhnya adalah satu masa depan Indonesia yang berhasil kita selamatkan. (*)

Bagikan Tulisan Ini