Peresmian SPPG 3T Rum Talaga menjadi bagian dari komitmen BGN untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah dengan tantangan geografis yang tinggi.
Dusun Talaga Puncak berada di kawasan puncak Gunung Tidore dengan kondisi akses jalan yang memiliki tingkat kemiringan sangat curam, sehingga distribusi makanan dari SPPG yang berada di wilayah bawah menjadi tidak mudah dilakukan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penting hadirnya SPPG yang lebih dekat dengan penerima manfaat.
Keberadaan SPPG Rum Talaga diharapkan dapat mengurangi tantangan distribusi sekaligus menjaga ketepatan waktu pengantaran, kualitas makanan, serta keamanan pangan hingga diterima dan dikonsumsi oleh penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN, Mariman Darto menegaskan, Program MBG merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif.
Menurutnya, pelaksanaan MBG tidak hanya diarahkan pada wilayah dengan jumlah penerima manfaat yang besar, tetapi juga harus menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah 3T dan wilayah dengan keterbatasan akses pelayanan.

“Program ini bukan hanya soal mendistribusikan makanan, tetapi bagaimana memastikan pemenuhan gizi benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Masyarakat di wilayah 3T memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan gizi yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Mariman.
SPPG 3T Rum Talaga melayani 49 penerima manfaat, yang terdiri atas 18 siswa SDN Talaga Puncak, 11 guru, serta 20 penerima manfaat kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Meskipun jumlah penerima manfaat relatif kecil, keberadaan SPPG tersebut memiliki nilai strategis dalam prinsip pemerataan pelayanan.









