BGN Selamatkan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjut Temuan BPK RI

Penulis: 
Badan Gizi Nasional, Foto: Humas BGN

JAKARTA, KYAIMENTERI.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengembalikan Rp160,37 miliar ke kas negara hingga 21 Oktober 2026. Nilai tersebut mencapai 81,75 persen dari total temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pemeriksaan Laporan Keuangan BGN Tahun 2025 sebesar Rp196,17 miliar.

Temuan BPK mencakup dua persoalan utama, yakni rekening virtual account (VA) ganda pada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta ketidakpatuhan dalam pertanggungjawaban anggaran.

Sekretaris Utama BGN Lili Khamiliyah menjelaskan, dari 79 SPPG yang tercantum dalam laporan BPK, hasil penelusuran menunjukkan 75 SPPG terbukti memiliki rekening VA ganda. Saldo rekening tersebut telah ditarik dan disetorkan ke kas negara senilai Rp78,39 miliar.

“Dari 79 SPPG yang tercantum dalam temuan BPK RI, hasil penelusuran menunjukkan bahwa 75 rekening VA merupakan rekening ganda dan saldonya telah ditarik serta disetorkan ke kas negara. Sementara, empat rekening lainnya tidak terindikasi ganda dan masih digunakan untuk operasional,” kata Lili di Jakarta, Rabu (21/10/2026) sebagaimana dikutip dari siaran pers Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional.

Untuk mencegah rekening ganda digunakan kembali, BGN juga menonaktifkan akses user maker dan approval pada rekening-rekening tersebut.

Selain persoalan rekening VA, BGN mengembalikan Rp60,49 miliar atas temuan ketidakpatuhan dalam pertanggungjawaban anggaran. Jika digabungkan dengan pengembalian dari temuan rekening ganda, total dana yang telah disetorkan ke kas negara mencapai Rp160,37 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt.) Inspektur Utama BGN Gustanty Dian Fitrilia mengatakan, penyelesaian temuan BPK menjadi salah satu fokus pengawasan internal lembaganya. Setiap temuan perlu ditindaklanjuti sesuai ketentuan sekaligus disertai langkah pencegahan agar persoalan serupa tidak berulang.

“Setiap temuan BPK RI perlu kami tindak lanjuti secara cepat dan tepat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada saat yang sama, kami juga perlu melakukan mitigasi terhadap risiko dan penyebabnya agar kejadian serupa tidak kembali terjadi ke depannya,” ujar Gustanty.

BGN menyatakan akan terus memperbaiki sistem pengendalian intern dan tata kelola keuangan untuk mendukung pengelolaan anggaran yang tertib, transparan, dan akuntabel.

Bagikan Tulisan Ini