Pelajar Diajak Mengenal Budaya dan Etos Kerja Jepang Lewat Festival Literasi Blora 2026

Penulis: Riko Adi Viantoro | Editor: Eko Budi Utomo
Ilham Nasai, Sekretaris Yayasan Gerakan Beramal Baik sekaligus Direktur Operasional PT Axel Garuda Indonesia, menyampaikan materi tentang budaya literasi dan etos kerja Jepang dalam Festival Literasi Blora 2026 di Blora, Rabu (14/10/2026).

BLORA, KYAIMENTERI.ID – Sebanyak 100 pelajar SMK dari berbagai wilayah di Kabupaten Blora diajak mengenal budaya literasi dan etos kerja Jepang dalam Sharing Session Festival Literasi Blora (FLB) 2026, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan bertema “Mengenal Literasi Budaya Jepang” itu digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinarpus) Kabupaten Blora di panggung utama halaman Dinarpus Blora. Selain mengenalkan kebiasaan membaca, diskusi tersebut membahas nilai kedisiplinan dan profesionalisme yang dapat diterapkan pelajar dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

Diskusi menghadirkan Ilham Nasai, Sekretaris Yayasan Gerakan Beramal Baik sekaligus Direktur Operasional PT Axel Garuda Indonesia. Hadir pula Supriyanto, yang dikenal sebagai King Supri, Founder LPK Genki Kenshu Senta sekaligus Ketua HIPMI Blora. Kegiatan dipandu Aryo Cakra Wibisono, Duta Literasi Kabupaten Blora.

Dalam sesi diskusi, para peserta diperkenalkan pada budaya literasi Jepang, khususnya kebiasaan membaca dan penerapan kedisiplinan yang berperan dalam membentuk karakter serta etos kerja masyarakatnya.

Sejumlah tradisi literasi turut dibahas, antara lain Dokusho atau kebiasaan membaca secara mandiri; Asa no Dokusho yang merupakan aktivitas membaca pada pagi hari di sekolah, serta Tachiyomi, yakni kebiasaan membaca buku sambil berdiri di ruang publik.

Ilham Nasai menekankan bahwa pembelajaran dari budaya Jepang tidak cukup hanya berfokus pada kebiasaan membaca, tetapi juga perlu dikaitkan dengan kesiapan pelajar SMK menghadapi dunia kerja.

Menurutnya, prinsip Kaizen yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan, Monozukuri yang menitikberatkan pada ketelitian dan dedikasi dalam berkarya.

Peserta juga diperkenalkan pada konsep 5S atau 5R, yang mencakup Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), dan Shitsuke (Rajin).

Prinsip tersebut dapat diterapkan untuk membangun lingkungan kerja yang tertata, disiplin, dan mendukung kualitas pekerjaan.

Melalui kegiatan ini, FLB 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan minat baca generasi muda, tetapi juga mendorong pelajar menerapkan nilai positif dari budaya lain secara tepat.

“Kebiasaan belajar, kedisiplinan, ketelitian, dan semangat memperbaiki diri menjadi bekal penting bagi mereka untuk menghadapi tantangan pendidikan maupun dunia kerja,” ujar Ilham.

Bagikan Tulisan Ini