BOGOR, KYAIMENTERI.ID — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menerima Lencana Darma Bakti dari Gerakan Pramuka. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam mendukung dan mengembangkan Gerakan Pramuka sekaligus memperkuat pendidikan karakter generasi muda.
Lencana Darma Bakti diserahkan langsung oleh Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso dalam rangkaian Perkemahan Anak Indonesia Hebat Tahun 2026 di Camp Hulu Cai, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/8/2026).
Abdul Mu’ti menyampaikan terima kasih kepada Kwarnas Gerakan Pramuka atas penghargaan tersebut. Ia berharap penghargaan itu dapat menjadi simbol ikatan dan semangat kebersamaan untuk terus mengembangkan Gerakan Pramuka di Indonesia.
“Terima kasih kepada Kwarnas dan Kak Budi Waseso atas penghargaannya untuk saya. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pertanda dan ikatan serta menjadi lentera yang menyalakan api kebersamaan untuk Pramuka Indonesia di masa depan,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/9/2026).
Pramuka Jadi Sarana Pembentukan Karakter
Abdul Mu’ti menegaskan komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menjadikan Gerakan Pramuka sebagai bagian penting dalam upaya membentuk karakter murid.
Menurutnya, posisi Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan jiwa patriotisme sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Darma Pramuka.
Ia menekankan bahwa kegiatan ekstrakurikuler bukan sekadar tujuan akhir. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan sarana bagi murid untuk membangun karakter melalui pengalaman dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kwarnas Apresiasi Komitmen Mendikdasmen
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso mengatakan, penganugerahan Lencana Darma Bakti merupakan bentuk apresiasi kepada Abdul Mu’ti yang dinilai telah menginisiasi, mendorong, dan menyemangati pengembangan pendidikan karakter generasi muda melalui Gerakan Pramuka.
Menurut Budi, kebijakan menjadikan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah merupakan langkah penting dalam membangun generasi Indonesia yang berkarakter dan berintegritas.
“Pak Menteri ini sudah menginisiasi, mendorong, menyemangati, dan paling tidak beliau yang melaksanakan. Ini adalah satu apresiasi dari Kwarnas. Tanpa dukungan beliau, tanpa bantuan beliau maka akan kesulitan secara serentak kita membangun generasi emas,” jelas Budi.
Budi juga mengapresiasi Kemendikdasmen yang terus membangun kolaborasi dengan Gerakan Pramuka dalam memperkuat pendidikan karakter generasi muda Indonesia.
Menurutnya, kegiatan Perkemahan Anak Indonesia Hebat memiliki semangat yang sejalan dengan pendidikan kepramukaan. Kegiatan tersebut mendorong pembentukan generasi muda melalui pembiasaan, pengalaman, keteladanan, serta praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dorong Peningkatan Kompetensi Pembina Pramuka
Ke depan, Budi berharap dukungan terhadap pengembangan pendidikan kepramukaan di satuan pendidikan dapat terus diperkuat. Salah satunya melalui peningkatan kompetensi para pembina Pramuka.
Ia mendorong guru yang menjadi pembina Pramuka mendapatkan kesempatan mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML). Selain itu, gugus depan di sekolah juga perlu terus ditata dan direvitalisasi agar semakin optimal dalam mendukung pendidikan karakter.
Pendidikan kepramukaan, kata Budi, perlu terus dikembangkan agar murid tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga memiliki kemandirian, kepedulian, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.
Penganugerahan Lencana Darma Bakti kepada Abdul Mu’ti ditetapkan melalui Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 109 Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Penghargaan Lencana Darma Bakti dari Gerakan Pramuka.
Penghargaan tersebut diberikan atas jasa Abdul Mu’ti yang dinilai sangat besar artinya bagi pembinaan dan pengembangan Gerakan Pramuka.
Melalui kolaborasi Kemendikdasmen dan Gerakan Pramuka, pendidikan karakter diharapkan semakin hadir dalam pengalaman dan kehidupan sehari-hari murid. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menumbuhkan generasi muda Indonesia yang berkarakter, mandiri, berintegritas, dan memiliki semangat kebangsaan menuju Indonesia Emas 2045. (*)









