PURBALINGGA, KYAIMENTERI.ID – Ribuan warga Muhammadiyah dan masyarakat Kabupaten Purbalingga memadati kegiatan Tabligh Akbar memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Krida Utama, Desa Limbangan, Kecamatan Kutasari.
Kegiatan bertajuk “Muharram, Momentum Muhasabah dan Persatuan Umat” tersebut menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.
Dalam tausiyahnya, Abdul Mu’ti yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menyampaikan pesan penting tentang kepemimpinan dan kehidupan bermasyarakat dengan mengambil teladan pesan Nabi Muhammad SAW kepada Muadz bin Jabal ketika dipercaya menjadi pemimpin.
Indonesia Punya Budaya Luhur
Ia menjelaskan tiga prinsip utama yang harus dimiliki seorang pemimpin. Pertama, Yassiru wala tu’assiru yang berarti mempermudah dan jangan mempersulit. Menurutnya, pemimpin harus hadir memberikan kemudahan bagi masyarakat, bukan membuat urusan menjadi semakin rumit.
Kedua, Basysyiru wala tunaffiru, yakni memberikan kabar gembira dan jangan membuat orang menjauh. Pemimpin harus mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan kebahagiaan bagi masyarakat
Ketiga, Watathawa’u wala takhtalifu, yang mengajarkan pentingnya saling menghormati, menaati kepemimpinan yang baik, serta menghindari perselisihan. Abdul Mu’ti mengingatkan, bangsa Indonesia memiliki budaya luhur berupa kerukunan dan musyawarah.
Ia mengutip nilai dalam Al-Qur’an Surat Asy-Syura ayat 38 tentang pentingnya menyelesaikan persoalan melalui pembahasan bersama.
Dalam bahasa dialek Banyumasan, ia menyampaikan prinsip ana rembug, dirembug, yang bermakna setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui dialog dan musyawarah, bukan keputusan sepihak.
Memasuki bulan Muharram, Abdul Mu’ti mengajak jamaah memperbanyak muhasabah atau introspeksi diri. Menurutnya, manusia perlu melihat kekurangan dirinya sebelum menilai kesalahan orang lain.
Ia juga mengingatkan tentang bahaya istidraj, yaitu kondisi ketika seseorang diberikan banyak kenikmatan berupa harta, kesehatan, dan kesuksesan, tetapi justru semakin jauh dari Allah SWT.
Sebagai teladan, ia menyampaikan kisah Nabi Sulaiman AS yang memiliki kekayaan dan kekuasaan besar, namun tetap rendah hati serta menjadikan semua nikmat sebagai sarana untuk bersyukur dan berbuat kebaikan.

Melalui Tabligh Akbar, Abdul Mu’ti mengajak jamaah menjadikan nilai kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, budaya musyawarah, dan semangat muhasabah sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Muhammadiyah Punya Kontribusi Besar
Bupati Purbalingga, Hanif Muhammad Hanif mengatakan, Muhammadiyah memiliki kontribusi besar dalam pembangunan Kabupaten Purbalingga di berbagai sektor. Mulai dari bidang pendidikan melalui sekolah hingga perguruan tinggi.
Juga bidang kesehatan melalui klinik dan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, serta berbagai unit usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada keluarga besar Muhammadiyah yang selama ini telah ikut membangun dan memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan Purbalingga,” ungkapnya.
Bupati juga menyampaikan kedekatan pribadinya dengan Muhammadiyah. Ia mengatakan, dirinya berasal dari keluarga besar Muhammadiyah, bahkan kedua orang tuanya pertama kali bertemu melalui organisasi kepemudaan Muhammadiyah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan kabar baik terkait program strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, berupa pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kabupaten Purbalingga.
Program tersebut menjadi salah satu investasi besar dengan nilai sekitar Rp250 miliar. Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan menjadi wadah pengembangan talenta terbaik masyarakat Purbalingga, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.
“Ini menjadi langkah besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Purbalingga meraih prestasi,” ujarnya.
Koresponden: K. Hayat (Purbalingga)









