Bukan Sekadar Panti, Daycare Lansia Aisyiyah Boyolali Jadi Ruang Kemandirian Lansia

Penulis: Zaki Zain | Editor: Syaifudin
Pembukaan daycare Aisyiyah oleh jajaran pengurus PD Aisyiyah Boyolali, Sabtu (15/8/2026).

BOYOLALI, KYAIMENTERI.ID – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Boyolali meresmikan Daycare Lansia di Kampung Suyudan, Boyolali, Sabtu (15/8/2025).

Aisyiyah memanfaatkan bangunan seluas sekitar 250 meter persegi yang telah dibeli sejak 2020.

Sebelumnya, bangunan itu berfungsi sebagai panti lansia. Namun, setelah tidak lagi memiliki penghuni, Aisyiyah mengubahnya menjadi pusat kegiatan harian bagi para lanjut usia.

Ketua PDA Boyolali, Sri Hidayati mengatakan, Aisyiyah ingin menjaga aset tersebut agar tetap memberi manfaat bagi masyarakat.

“Sebelumnya, keluarga mengambil orang tuanya untuk dirawat sendiri dengan kasih sayang. Karena itu, bangunan ini kami manfaatkan sebagai daycare lansia,” ujar Sri.

Melalui layanan ini, Aisyiyah menghadirkan ruang pendampingan bagi lansia, terutama untuk menjaga kesehatan, kemandirian, spiritualitas, dan produktivitas.

Paradigma Aged Care Aisyiyah

Sri menjelaskan, Day Care Lansia Aisyiyah Boyolali mengacu pada pendekatan SETAMAN, yakni Sehat, Taqwa, Mandiri, dan Manfaat. Pendekatan ini menjadi salah satu orientasi layanan lansia Aisyiyah.

Menurut Sri, layanan day care tidak hanya memantau kesehatan lansia. Aisyiyah juga ingin mendorong mereka tetap aktif, mandiri, dan memiliki kegiatan yang berguna.

“Lansia perlu tetap sehat, bisa beraktivitas secara mandiri, serta memiliki kegiatan yang memberi manfaat,” kata Sri.

Manfaat itu, lanjut Sri, bisa hadir dalam berbagai bentuk. Lansia dapat mengajar mengaji, berbagi keterampilan, atau membuat produk sederhana yang memiliki nilai ekonomi.

Aisyiyah juga memperhatikan kebutuhan rohani para lansia. Karena itu, pengelola akan menghadirkan tahsin dan pengajian sebagai bagian dari kegiatan rutin.

Bahagia di Usia Lanjut

Peresmian Daycare Lansia ini juga menghadirkan dr. Nur Endah sebagai pemateri. Ia memaparkan konsep “BAHAGIA” sebagai panduan menjaga kesehatan jasmani dan rohani pada usia lanjut.

Menurut Nur Endah, lansia perlu menghindari berat badan berlebihan, mengatur makanan secara seimbang, serta menjauhi faktor risiko penyakit degeneratif.

Mereka juga perlu memiliki kegiatan atau hobi yang bermanfaat agar tetap merasa berguna.

“Lansia perlu menjaga kesehatan jasmani dan rohani agar tetap bahagia,” ujar Nur Endah.

Dalam konsep BAHAGIA, Nur Endah juga menekankan pentingnya gerak badan secara teratur.

Selain itu, lansia perlu meningkatkan iman dan takwa, menghindari situasi yang menegangkan, serta memeriksa kesehatan secara rutin.

Dengan cara itu, lansia tidak hanya menjaga kondisi fisik. Mereka juga merawat ketenangan batin, relasi sosial, kegiatan bermakna, dan kualitas hidup pada usia lanjut.

Tiga Pilar Layanan Lansia

Daycare Lansia Aisyiyah Boyolali akan menjalankan layanan melalui tiga pilar utama. Pertama, Posyandu Lansia. Melalui pilar ini, Aisyiyah memantau perkembangan kesehatan lansia secara berkala.

Kedua, Sekolah Senior Aisyiyah atau SSA. Saat ini, Aisyiyah Boyolali telah memiliki 35 kelompok SSA standar 1.

Program ini menggunakan kurikulum hasil kolaborasi dengan DP2KB P3A Kabupaten Boyolali.

Dalam penyusunannya, SSA juga mendapat fasilitasi dari dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui program pengabdian masyarakat. Standar 1 merupakan tahap dasar Sekolah Senior Aisyiyah.

Materinya meliputi tuntunan shalat, hafalan surat pendek, doa harian, pengenalan penyakit degeneratif, pola makan yang sehat, menjaga kesehatan mental agar lansia tidak mudah depresi, serta senam ringan sesuai kondisi tubuh.

Ketiga, Pesantren Lansia. Aisyiyah Boyolali telah menjalankan kegiatan ini selama dua tahun berturut-turut setiap Ramadan.

Program ini menjadi ruang pembinaan rohani sekaligus tempat belajar bersama bagi para lansia.

Melalui tiga pilar tersebut, Aisyiyah ingin menghadirkan layanan lansia yang tidak hanya berfokus pada perawatan.

Daycare ini juga menjadi ruang pemantauan kesehatan, pembelajaran, penguatan spiritualitas, dan pemberdayaan.

Dengan pendekatan SETAMAN, Aisyiyah Boyolali ingin menunjukkan bahwa masa lanjut usia tetap dapat berjalan secara sehat, taat, mandiri, dan bermanfaat. (*)

 

 

Bagikan Tulisan Ini