Bidik Pasar Nasional, Usaha Konveksi PRM Beji Timur Perkuat Ekonomi Persyarikatan

Penulis: Zaki Zain | Editor: Syaifudin
Kesibukan di tempat usaha konveksi Fastabiqul Khairat. Usaha konveksi ini mampu mewujudkan kemandirian ekonomi Ranting Muhammadiyah Beji Timur, Kota Depok. (foto: Istimewa)

DEPOK, KYAIMENTERI.ID – Amal usaha Muhammadiyah tidak selalu berbentuk sekolah dan rumah sakit. Di Beji Timur, Kota Depok, amal usaha itu juga hadir dalam bentuk konveksi.

Usaha bernama Fastabiqul Khairat ini berlokasi di Gedung Darul Ilmi, Lantai Dasar, Jalan Masjid At-Taqwa RT 3/3, Beji Timur, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Hariyanto mendirikan usaha ini pada Februari 2024. Ia merupakan anggota Bidang Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Beji Timur. Saat ini, usaha tersebut menyerap enam pekerja.

Hariyanto mengatakan, Fastabiqul Khairat lahir dari semangat membangun ekonomi sirkuler di lingkungan persyarikatan.

Ikut Menopang Kegiatan Organisasi

Dalam pola ini, sekolah-sekolah Muhammadiyah menjadi konsumen. Sementara itu, hasil usaha dari produksi seragam ikut menopang kegiatan organisasi.

Dengan demikian, kebutuhan seragam tidak berhenti sebagai transaksi bisnis biasa. Pembelian dari amal usaha Muhammadiyah ikut menggerakkan usaha ranting, membuka lapangan kerja, dan membantu pembiayaan kegiatan PRM Beji Timur maupun PCM Beji.

“Tujuan kami adalah mewujudkan kemandirian ekonomi Ranting Muhammadiyah Beji Timur. Selain itu, kami ingin membuka lapangan pekerjaan baru,” ujar Hariyanto, Minggu (9/8/2026).

Menurut Hariyanto, ranting Muhammadiyah tidak hanya bergerak dalam kegiatan keagamaan dan sosial.

Beri Manfaat Bagi Umat dan Organisasi

Ranting juga bisa mengembangkan usaha produktif yang memberi manfaat bagi umat dan organisasi.

Selain itu, para pekerja merasakan langsung manfaat usaha ini. Salah satu pekerja mengaku terbantu setelah usaha sebelumnya bangkrut.

“Usaha ini sangat menolong saya dan keluarga. Setelah usaha saya bangkrut, saya bisa kembali bekerja dan mendapatkan penghasilan,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Beji, H. Naman, mendukung pengembangan Fastabiqul Khairat. Ia menilai usaha ini sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi umat.

PCM Beji Keluarkan Surat Rekomendasi

Sebagai bentuk dukungan, PCM Beji mengeluarkan surat rekomendasi kepada seluruh amal usaha Muhammadiyah.

Melalui surat itu, PCM Beji mendorong sekolah-sekolah Muhammadiyah membuat seragam di konveksi milik PRM Beji Timur tersebut.

“Kami mendukung usaha ini karena menjadi bagian dari penguatan ekonomi Muhammadiyah. Jika amal usaha Muhammadiyah ikut memesan seragam di sini, manfaat ekonominya akan kembali untuk membesarkan persyarikatan,” ujar H. Naman.

Dukungan itu memberi modal penting bagi pengembangan usaha. Sebab, sekolah Muhammadiyah membutuhkan seragam secara rutin.

Pada saat yang sama, konveksi ranting memerlukan pasar yang berkelanjutan.

Buka Pesanan untuk Masyarakat Umum

Meski berangkat dari kebutuhan sekolah Muhammadiyah, Fastabiqul Khairat juga membuka pesanan untuk masyarakat umum.

Hariyanto mengatakan, pihaknya menerima berbagai pesanan seragam sesuai kebutuhan konsumen.

Karena itu, ia menempatkan kualitas produk sebagai perhatian utama. Usaha ini menjaga jahitan tetap bagus dan rapi.

Selain itu, pihaknya juga menekankan ketepatan waktu pengerjaan dan harga yang kompetitif.

Target Produksi Skala Nasional

“Kami ingin konsumen puas. Karena itu, kami menjaga kerapian jahitan, ketepatan waktu, dan harga yang tetap bersaing,” kata Hariyanto.

Ke depan, Hariyanto ingin usaha ini berkembang lebih luas. Ia menargetkan Fastabiqul Khairat tidak hanya melayani kebutuhan seragam sekolah Muhammadiyah di Depok, tetapi juga menjadi pusat produksi seragam sekolah Muhammadiyah se-Indonesia.

Menurutnya, target itu harus bermula dari penguatan kualitas produksi dan kepercayaan konsumen. Selain itu, jaringan antar-amal usaha Muhammadiyah perlu terus meluas.

Melalui usaha ini, PRM Beji Timur ingin menunjukkan bahwa kemandirian ekonomi dapat dimulai dari tingkat ranting.

Dari usaha konveksi, Muhammadiyah membangun perputaran ekonomi yang bermanfaat bagi sekolah, pekerja, umat, dan kegiatan persyarikatan. (*)

Bagikan Tulisan Ini