Milad ke-27, RS PKU Aisyiyah Boyolali Groundbreaking Perluasan Gedung A

Penulis: Zaki Zain | Editor: Syaifudin
Bupati Boyolali, Agus Irawan memberikan sambutan pada acara resepsi milad PKU Aisyiyah dan groundbreaking perluasan gedung A, Selasa (8/9/2026).
BOYOLALI, KYAIMENTERI.ID — RS PKU Aisyiyah Boyolali memperingati Milad ke-27 sekaligus melakukan groundbreaking perluasan Gedung A  di lingkungan RS PKU Aisyiyah Boyolali, Selasa (8/9/2026).

Acara ini dihadiri Bupati Boyolali Agus Irawan, Wakil Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah Dr. Mardiyah, SKM., M.Kes.

Juga Ketua Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah dr. H. Bugar Wijiseno, M.A.R.S., FISQua., serta jajaran Aisyiyah dan pengelola rumah sakit.

Perluasan Gedung A menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan RS PKU Aisyiyah Boyolali.

Gedung baru tersebut dirancang setinggi lima lantai dengan satu lantai basement. Bangunan berdiri di atas lahan seluas 501 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 2.960 meter persegi.

Proyek pembangunan ditargetkan mulai berjalan pada akhir September 2026. Setelah masa konstruksi sekitar 12 bulan, gedung tersebut diharapkan dapat diresmikan pada akhir 2027.

Bupati Boyolali: Pelayanan Prima Harus Jadi Prioritas

Bupati Boyolali Agus Irawan mengingatkan bahwa pengembangan fasilitas harus diikuti dengan peningkatan mutu layanan kepada masyarakat.

Ia meminta RS PKU Aisyiyah Boyolali terus memberikan pelayanan prima secara holistik dan didukung tenaga yang kompeten di berbagai bidang.

“Pelayanan harus diberikan secara holistik, penuh dengan kompetensi di semua bidang, supaya kita tidak ketinggalan,” ujarnya.

Menurut Agus, perkembangan rumah sakit tidak cukup hanya ditandai dengan bertambahnya gedung maupun fasilitas. Kualitas pelayanan kepada pasien tetap menjadi ukuran utama.

Kepemimpinan Transformatif dan Kolaboratif

Wakil Ketua Majelis Kesehatan PWA Jawa Tengah Dr. Mardiyah, SKM., M.Kes., menekankan pentingnya model kepemimpinan yang transformatif dalam pengelolaan rumah sakit.

Ia mencontohkan manajemen Rasulullah yang menurutnya memiliki karakter mendidik, merangkul, serta membangun kemajuan secara bersama-sama.

“Transformatif, mendidik, merangkul, dan bersama-sama,” ujarnya.

Din juga menegaskan bahwa seluruh unsur harus saling mendukung untuk kemajuan RS PKU Aisyiyah Boyolali.

Menurutnya, hubungan kemitraan dengan BPJS juga perlu terus diperkuat. Perubahan kebijakan yang kerap terjadi harus mampu diterjemahkan dan diterapkan dengan baik oleh seluruh unsur hospitalia RS PKU.

Kebutuhan Pelayanan Kesehatan Terus Bertambah

Ketua MPKU PWM Jawa Tengah dr. H. Bugar Wijiseno, M.A.R.S., FISQua., mengatakan kesehatan merupakan salah satu sektor penting dalam pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, semangat pelayanan prima di RS PKU Aisyiyah Boyolali telah diterjemahkan melalui slogan “Mlampah Sesarengan, Nglayani Kanthi Katresnan”.

Ia menilai meningkatnya jumlah penduduk juga harus diikuti peningkatan kapasitas layanan kesehatan.

Saat ini, jumlah tempat tidur rumah sakit dinilai masih belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat.

Karena itu, pengembangan rumah sakit perlu dilakukan melalui diskusi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Tetap Kokoh pada Nilai Keislaman dan Kemuhammadiyahan

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Boyolali, Sri Hidayati mengatakan, pengembangan RS PKU Aisyiyah Boyolali diarahkan untuk menjadikannya institusi kesehatan yang maju, terpercaya, dan profesional.

Menurutnya, pelayanan rumah sakit tidak hanya berorientasi pada kesehatan fisik, tetapi juga harus memperhatikan dimensi spiritual, kemanusiaan, dan sosial.

Ia menyebut groundbreaking perluasan Gedung A menjadi tonggak penting dalam ikhtiar memberikan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, komprehensif, dan berkelanjutan.

Namun, Sri mengingatkan bahwa kemajuan fasilitas dan teknologi tidak boleh menghilangkan identitas RS PKU Aisyiyah.

“Meskipun nantinya semakin maju fasilitas dan teknologinya, PKU tetap harus mempertahankan ruh keislaman dan kemuhammadiyahan,” ujarnya.

Ia berharap RS PKU Aisyiyah Boyolali semakin unggul dalam tata kelola, pelayanan, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap kokoh mempertahankan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. (*)

 

Bagikan Tulisan Ini