BARRU, KYAIMENTERI.ID – Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan mulai menjalankan Sekolah Rakyat. Program pemerintah itu disiapkan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari mengatakan Sekolah Rakyat merupakan salah satu strategi pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Program tersebut tidak hanya menyediakan pendidikan gratis, tetapi juga pembinaan karakter, pelayanan kesehatan, pemenuhan gizi, asrama, serta pendampingan bagi keluarga peserta didik melalui berbagai program sosial.
“Mereka (siswa sekolah,red ) ini tidak hanya mendapatkan sekolah yang layak. Pemerintah juga hadir mendampingi keluarganya melalui berbagai program sosial sehingga tujuan besar kita untuk mengurangi angka kemiskinan dapat tercapai,” katanya, di kantor Bupati Barru, Selasa (4/8/2026).
Sebelumnya di Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru pada Jumat, 31 Juli 2026 lalu, telah dimulai secara resmi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terpadu 1.
Pemerintah Kabupaten Barru lanjut Andi Ina berkomitmen memastikan tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan bersekolah karena keterbatasan ekonomi.
Pendidikan, merupakan jalan paling efektif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Barru, DPRD, Forkopimda, pemerintah desa, hingga masyarakat dalam menghadirkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” katanya.
Menurut Andi Ina Sekolah Rakyat tidak sekadar menghadirkan bangunan baru. Ini merupakan amanah besar sekaligus komitmen negara menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
“Ini komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh anak memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa membedakan latar belakang ekonomi keluarganya,” katanya.
Bupati menjelaskan bahwa keberhasilan Kabupaten Barru menjadi salah satu daerah yang memperoleh pembangunan Sekolah Rakyat permanen, tidak diraih dengan mudah.
Pemerintah daerah harus memenuhi berbagai persyaratan teknis, mulai dari administrasi hingga penyediaan lahan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat.
Salah satu tantangan terbesar, lanjut Bupati yakni penyediaan lahan seluas tujuh hektare.
Semula, Pemda baru memiliki sekitar lima hektare, sehingga harus menambah dua hektare melalui pembebasan lahan bersama masyarakat agar kawasan sekolah dapat dilengkapi fasilitas penunjang, termasuk sarana olahraga.
“Kami bersama Pak Wakil Bupati, Pak Sekda, seluruh jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, DPRD, dan seluruh tim bekerja siang malam agar Kabupaten Barru dapat memenuhi seluruh persyaratan. Ini adalah perjuangan bersama demi menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak,” katanya.
Andi Ina mengakui awalnya sebagian orang tua masih meragukan menyekolahkan anak di Sekolah Rakyat ini, karena anak-anak ini ikut membantu perekonomian keluarga mencari nafkah.
Namun, melalui pendekatan pemerintah daerah, pendamping PKH, dan pemerintah desa, para orang tua akhirnya memahami bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Adapun Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf, yang hadir secara virtual menjelaskan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat dilakukan secara bertahap, sehingga seluruh sarana dan prasarana benar-benar dapat siap digunakan.
Pada hari yang sama, sebanyak 65 Sekolah Rakyat di berbagai daerah juga telah memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) gelombang kedua.
Menurut Mensos, Sekolah Rakyat harus menjadi lingkungan belajar yang aman, ramah anak, serta bebas dari perundungan, kekerasan, dan intoleransi.
Selain mengenalkan lingkungan sekolah, kegiatan MPLS juga dimanfaatkan untuk memetakan kondisi kesehatan, psikologis, dan kebutuhan belajar peserta didik sebagai dasar penyusunan layanan pendidikan.
Pembentukan karakter siswa, katanya akan diperkuat melalui pendampingan Taruna TNI dan Polri sebagai kakak pembimbing yang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan semangat kebersamaan.
Menteri Sosial mengajak para orang tua memberikan dukungan penuh kepada anak-anak yang mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Sekolah Rakyat bukan tempat pengasingan, tetapi tempat menyiapkan masa depan anak-anak. Karena itu, ikhlaskan mereka belajar agar kelak mampu mengubah kehidupan keluarganya,” katanya.
Kepala SRT 1 Kabupaten Barru, Haris, S.Pd., M.Pd, mengungkapkan bahwa penerimaan peserta didik dilakukan melalui penjangkauan langsung oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) bersama Dinas Sosial untuk memastikan siswa berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2.
Tercatat SRT 1 Barru menampung 440 peserta didik jenjang SD, SMP, dan SMA, termasuk siswa titipan dari Kabupaten Pangkep yang bersebelahan dengan Kabupaten Barru.
Sekolah juga didukung fasilitas ruang belajar, asrama berkapasitas 168 siswa, serta instalasi pengolahan air bersih (Water Treatment Plant) berkapasitas 84 meter kubik.
Dalam waktu dekat, sekolah tersebut juga akan menerima lima Taruna Akademi Militer beserta dua pendamping sebagai bagian dari kolaborasi antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Sosial, untuk memperkuat pembinaan karakter peserta didik.
Adapun fasilitas yang ada berupa asrama, toilet, kamar wali asrama, penyediaan air bersih, serta pembatasan akses menuju area pembangunan, menjadi prioritas menjelang pembukaan sekolah.









