148 BCKS Sulawesi Selatan Disiapkan Jadi Jantung Manajemen Pendidikan

Penulis: Tony Muhammad | Editor: Eko Budi Utomo
Peserta BCKS se-Sulawesi Selatan antusias mengikuti sesi zoom meeting bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed dan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd, (Dok. BBGTK Sulsel).

MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID – Sebanyak 148 Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan mengikuti pelatihan calon kepala sekolah. Kegiatan yang dimulai Senin (24/8) itu berlangsung selama 10 hari.

Kepala BBGTK Sulsel Dr Arman Agung MPd mengatakan kegiatan ini rutin berlangsung mengingat kepala sekolah itu merupakan pilar pendidikan sekaligus pilar peradaban.

“Kepala sekolah adalah jantung manajemen pendidikan dan agen transformasi yang harus mampu menciptakan ekosistem belajar yang humanis dan berdaya saing,” kata Arman, di Makassar, Senin (31/8).

Strategi Pembelajaran dalam Tiga Skema

Arman menjelaskan bahwa strategi pembelajaran terbagi tiga skema.

Pertama pembelajaran mandiri terbimbing yang berlangsung secara daring menggunakan platform Learning Management System (LMS).

Kedua, pembelajaran tatap muka bersama pengajar, fasilitator, dan rekan sejawat untuk memperdalam materi kepemimpinan. Ketiga, kunjungan lapangan ke satuan pendidikan.

Melalui kunjungan tersebut, peserta diajak melihat secara langsung persoalan dan praktik pengelolaan sekolah.

Termasuk bagaimana memahami karakteristik peserta didik serta menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan di daerah.

“Kepala sekolah harus memahami karakteristik peserta didik dan menjembatani kebijakan pusat dengan konteks lokal,” ujarnya.

Materi Utama Pelatihan

Materi pelatihan dirancang untuk mengubah peran guru menjadi pemimpin sekolah.

Materinya meliputi kepemimpinan instruksional, manajemen sumber daya, supervisi akademik, pengembangan budaya sekolah, serta manajemen perubahan dan inovasi.

Peserta tidak hanya menerima teori. Pelatihan juga diisi  Workshop dan Seminar, Studi Kasus, Praktik Lapangan/Magang, Penyusunan Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan refleksi dan Portofolio.

BCKS Sudah Lulus Tes Substansi

Pada pembukaan kegiatan sebelumnya, Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr Iwan Junaedi SSi, MPd, menyebut BCKS yang mengikuti pelatihan sudah memenuhi syarat sesuai sistem.

Mereka yang terpilih mengikuti pelatihan, lanjut Iwan adalah yang sudah lulus tes substansi dan sudah terpetakan menjadi kepala sekolah yang menggunakan dana dari APBN.

“Hanya orang-orang yang memenuhi syarat mengikuti pelatihan BCKS,” katanya.

Selama kegiatan tersebut, peserta memang masih harus mengikuti pendidikan selama 10 hari dan menyelesaikan tugas dengan mempresentasikan karyanya sebelum mendapat sertifikat kelulusan.

“Jangan minta tolong kepada Gemini untuk membuatkan karya ilmiahnya,” tegas Direktur KSPSTK Ditjen GTK Kemendikdasmen, ini.

Pergeseran Pola Pikir

Adapun Kepala UPTD SMP Negeri 12 Parepare, Asrullah, S.Pd mengakui bahwa pelatihan yang diikuti terlihat jelas bagaimana terjadinya pergeseran pola pikir yang bertumbuh pada kekuatan aset yang dimiliki.

“Saya banyak belajar bagaimana keterbatasan sarana dan SDM ternyata bukan tembok penghalang, namun sebagai data berharga dan sumber buat kita,” kata dia

Menurutnya setiap tantangan dan hambatan itu adalah kesempatan untuk berinovasi, memberikan pelayanan yang terbaik ke peserta didik.

Interaksi Tenaga Pendidik dan Murid

Dalam kegiatan tersebut, beberapa peserta BCKS dibagi secara berkelompok untuk turun langsung ke lapangan mendatangi sekolah-sekolah, berintraksi dengan tenaga pendidik, staf dan murid sekolah.

Misalnya ketika Kepala BBGTK Sulsel Dr Arman Agung memimpin shadowing bersama beberapa peserta lainnya mendatangi UPTD SPF SD Negeri Bawakareng 1.

Mereka berinteraksi, berdiskusi dengan tenaga pendidik, staf dan murid  mengenai apa dan bagaimana kendala yang mereka hadapi selama ini. Mereka berinteraksi langsung mengenai tantangan dan solusi dalam proses belajar mengajar.

Bahkan di sela kegiatan kunjungan, peserta juga disuguhi atraksi kemampuan murid-murid sekolah UPTD SPF SD Negeri Bawakareng 1 dalam menampilkan seni bela diri karate dari murid putra dan tari-tarian budaya lokal dari murid putri.

Bagikan Tulisan Ini