SDN 2 Sokaraja Kulon Edukasi Siswa Pilih Jajanan Aman

Penulis: Kusworo | Editor: Eko Budi Utomo
Siswa SDN 2 Sokaraja Kulon mengikuti edukasi keamanan pangan dalam PJAS Fest untuk mengenali dan memilih jajanan yang aman dan sehat.

BANYUMAS, KYAIMENTERI.ID — SD Negeri 2 Sokaraja Kulon menggelar Gebyar Gemilang Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Fest, Selasa-Rabu (6-7/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi siswa dan orang tua tentang cara memilih jajanan yang aman dan sehat.

Ketua Panitia PJAS Fest sekaligus Guru Penjaskes SDN 2 Sokaraja Kulon, Rizky Agustyan Trihananto, mengatakan edukasi diberikan agar siswa mampu mengenali dan memilih jajanan yang aman secara mandiri.

“Tujuannya agar anak-anak lebih tahu bagaimana memilih jajanan yang sehat untuk dirinya sendiri. Sekolah memberikan kesadaran bagi siswa dan orang tuanya dalam memilih makanan yang baik,” kata Rizky.

Edukasi keamanan pangan juga melibatkan orang tua. Sekolah melakukan pengawasan terhadap jajanan yang dijual di lingkungan sekolah melalui Kantin SEHATI.

Produk makanan yang dipasok wali murid harus memenuhi ketentuan keamanan pangan, termasuk tidak menggunakan pewarna sintetis maupun bahan kimia berbahaya.

Sekolah juga mendorong orang tua membiasakan anak memilih makanan sehat di rumah.

PJAS Fest diisi berbagai kegiatan edukatif dan perlombaan, mulai dari mewarnai, senam Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), uji cepat pangan, hingga lomba jajanan sehat berbasis pangan lokal.

Kegiatan juga melibatkan wali murid melalui lomba tari kreasi atau jingle keamanan pangan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Banyumas turut terlibat dalam kegiatan tersebut dengan melakukan uji cepat terhadap sejumlah sampel jajanan di sekitar sekolah.

Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda perwakilan BPOM Kabupaten Banyumas, Tri Wandiro, mengatakan SDN 2 Sokaraja Kulon telah menjadi lokus intervensi PJAS BPOM Banyumas sejak awal 2026.

“Harapannya, anak-anak sedari dini bisa mengenal, memahami, dan mengetahui keamanan pangan, cara memilih makanan yang aman dan sehat, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujar Tri.

Menurut Tri, intervensi BPOM meliputi penyuluhan kepada siswa, orang tua, dan komunitas sekolah, serta pendampingan pengelolaan kantin. Selama pendampingan, BPOM belum menemukan bahan berbahaya maupun makanan yang tidak layak dikonsumsi.

Selain itu, sekolah membentuk Kader Keamanan Pangan dari siswa kelas 4, 5, dan 6. Mereka bertugas membantu menyampaikan edukasi keamanan pangan kepada teman sebaya.

Pengujian akhir dan evaluasi kegiatan dijadwalkan pada November 2026 sebagai bagian dari proses sertifikasi PJAS SDN 2 Sokaraja Kulon.

Bagikan Tulisan Ini