Perkuat Sinergi Industri dan Kearifan Lokal, SMKN 1 Kasihan Yogyakarta Jembatani Karier Seniman Muda

Penulis: Izzul Khaq | Editor: Eko Budi Utomo
Siswa SMKN 1 Kasihan mengikuti penguatan DUDI di Keraton Ngayogyakarta

YOGYAKARTA, KYAIMENTERI.ID – Keberhasilan pendidikan vokasi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas belajar. Penyerapan lulusan di dunia profesional juga menjadi bagian penting dari keberhasilan pendidikan vokasi.

Hal itu menjadi perhatian SMKN 1 Kasihan (SMKI Yogyakarta). Sekolah terus memperkuat kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta jaringan alumni untuk membuka ruang bagi siswa dan lulusan berkembang di dunia industri kreatif.

Pengajar SMKN 1 Kasihan, Trias Setyo Putro, S.Pd.I., mengatakan kemitraan dengan DUDI dan alumni selama ini telah terjalin cukup kuat. Kemitraan tersebut turut mendukung program Bursa Kerja Khusus (BKK) serta penyediaan tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa.

“Kami memiliki ikatan yang kuat terhadap DUDI dan alumni. Hal ini menyokong penuh program Bursa Kerja Khusus (BKK) serta mengupayakan kerja sama untuk penyediaan tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL) setiap tahunnya,” ungkap Trias, Senin (10/8/2026).

Dukungan sekolah terhadap karier siswa juga tidak berhenti setelah mereka lulus. Sekolah tetap memberikan dukungan kepada alumni yang ingin menggelar ruang pamer maupun gelar karya di dunia industri kreatif.

Menurut Trias, pengembangan pendidikan seni di Yogyakarta tidak terlepas dari upaya menjaga ekosistem seni dan budaya lokal. Ia berharap pengembangan pendidikan seni tetap berjalan dengan memahami kondisi dan kebutuhan para pelaku seni di sekolah.

“Kami berharap, pihak-pihak yang menyuplai ketersediaan anggaran revitalisasi dapat lebih memahami kondisi dan kebutuhan lapangan dengan menilik langsung kebutuhan para pelaku seni di sekolah,” ujarnya.

Ia juga berharap pihak-pihak terkait tidak hanya memperhatikan pembangunan fasilitas, tetapi turut menjadi bagian dari upaya menjaga dan mengembangkan kearifan lokal Yogyakarta.

“Lebih dari itu, kami berharap mereka berkenan menjadi bagian dari pelestarian dan pengembangan local wisdom (kearifan lokal) Ngayogyakarta itu sendiri,” kata dia.

Bagikan Tulisan Ini