TANA TORAJA, KYAIMENTERI.ID – Sebanyak 420 anak dari Tana Toraja dan Luwu Utara kini belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 62, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Mereka belajar sekaligus tinggal di asrama yang menjadi bagian dari program tersebut.
Mereka mengikuti pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA. Kebutuhan dasar selama berada di lingkungan sekolah turut disediakan mulai dari makanan, pakaian hingga perlengkapan belajar.
“Kebutuhan anak-anak, mulai dari makanan, pakaian, perlengkapan belajar hingga fasilitas komputer, disediakan pemerintah. Anak-anak bisa lebih fokus belajar,” kata Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeq, Kamis (1/10/2026).
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan anggaran pembangunan SRT. Program tersebut sangat membantu keluarga kurang mampu, karena fasilitas lengkap telah disediakan pemerintah.
Zadrak berharap SRT dapat memberikan kesempatan keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan anak-anak didik dan fasilitas yang memadai tanpa membebani orang tua.
“Siswa agar belajar dengan tekun meski harus tinggal jauh dari orang tua,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Tana Toraja, Adriana Saleng mengatakan, jumlah siswa SRT saat ini mencapai 420 orang, terdiri atas 330 siswa Tana Toraja dan 90 siswa titipan dari Luwu Utara.
Ia menjelaskan, fasilitas yang digunakan meliputi ruang belajar untuk jenjang SD, SMP dan SMA serta tiga gedung asrama, yakni dua gedung untuk putri dan satu gedung untuk putra. Setiap ruangan asrama diisi sekitar 20 siswa.
“Siswa dan guru akan dilengkapi fasilitas pembelajaran yang menggunakan sistem digitalisasi seperti laptop dan fasilitas lainnya yang sementara dalam proses pengiriman,” jelasnya.









