LOMBOK TENGAH, KYAIMENTERI.ID – Kelompok Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) UIN Mataram Desa Sengkol menggandeng MAN 3 Lombok Tengah menggelar Seminar Digitalisasi dan Penyuluhan Bahaya Narkoba, Senin (3/8/2026).
Sinergi yang melibatkan perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan pemerintah desa ini diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian masyarakat.
Program berfokus pada peningkatkan literasi digital serta penguatan kesadaran generasi muda terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba.
Seminar yang dilaksanakan di MAN 3 Lombok Tengah ini diikuti oleh para pelajar dari berbagai lembaga pendidikan di Desa Sengkol, di antaranya MAN 3 Lombok Tengah, SMPN 1 Pujut, SMAN 1 Pujut, dan Pondok Pesantren Al-Ikhlas NW Sengkol.
Para peserta seminar mendapatkan edukasi mengenai pentingnya literasi digital, etika dalam menggunakan media sosial, pemanfaatan teknologi untuk kegiatan produktif, serta pemahaman mengenai dampak buruk narkoba terhadap kesehatan, pendidikan, hubungan sosial, dan masa depan generasi muda.
Ketua KKP UIN Mataram Desa Sengkol, M. Tirmiji, mengatakan isu Digitalisasi di pilih karena kemajuan teknologi memberikan peluang besar bagi generasi muda untuk berkembang.
Di sisi lain perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan bila tidak diimbangi dengan pemahaman dan penggunaan yang bijak.
Ia menyampaikan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari program kerja mahasiswa, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap generasi muda yang menghadapi berbagai tantangan di era modern.
Menurutnya, teknologi digital tidak dapat dipisahkan dari kehidupan generasi muda saat ini. Teknologi ini membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan.
Untuk itu, generasi muda perlu dibekali kemampuan literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif, tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi maupun konten negatif.
“Yang dibutuhkan bukan menjauh dari teknologi, tetapi bagaimana generasi muda mampu menggunakannya dengan cerdas, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi masa depan mereka,” tambahnya.
Selain itu para remaja di desa itu juga diberi edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Tujuannya agar remaja dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pencegahan penyalahgunaan narkotika.
“Ini merupakan ikhtiar bersama untuk mencegah penyalahgunaan narkoba agar Desa Sengkol tetap menjadi lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari peredaran narkoba,” ujarnya.
Kepala MAN 3 Lombok Tengah, Drs. H. M. Nasrin Anggara, M.A., M.Pd.I., memberikan apresiasi terhadap inisiatif KKP UIN Mataram yang telah memilih MAN 3 Lombok Tengah sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan edukatif tersebut.
Ia menilai kegiatan literasi digital seperti ini penting guna mendukung tugas sekolah dalam membentuk karakter dan meningkatkan wawasan siswa.
Menurutnya, sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga harus memberikan pembinaan karakter agar peserta didik mampu menghadapi berbagai tantangan di luar lingkungan sekolah.
Siswa perlu mendapatkan pemahaman bahwa teknologi harus menjadi sarana untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri.
“Begitu juga dengan bahaya narkoba, siswa harus memiliki kesadaran bahwa penyalahgunaan narkoba hanya akan membawa dampak buruk bagi kehidupan mereka,” jelasnya.
Kepala Desa Sengkol, Satria Wijaya Sarap, S.H., menyampaikan bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks.
Menurutnya, ancaman terhadap masa depan generasi muda tidak hanya berasal dari narkoba, tetapi juga dari pengaruh lingkungan dan pergaulan yang dapat membawa dampak negatif.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menjaga diri, memilih lingkungan pergaulan yang baik, serta memperkuat nilai agama dan karakter.
Dia berharap kegiatan kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan pemerintah desa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Edukasi kepada generasi muda harus terus dilakukan karena mereka adalah penerus yang akan menentukan masa depan desa, daerah, dan bangsa,” tambahnya.









