BANYUMAS, KYAIMENTERI.ID — Lapangan Akrab, Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, Banyumas, dipenuhi semangat kepramukaan pada Kamis (3/9) pagi ini. Anggota Pramuka dari berbagai golongan tampil dalam upacara peringatan Hari Pramuka tingkat Kwartir Ranting (Kwarran) Baturraden.
Derap langkah Pasukan Tunas Muda Kwarran Baturraden mengawali prosesi pengibaran Sang Merah Putih. Para petugas tampil percaya diri dengan gerakan kompak, langkah tegap, dan disiplin sehingga suasana upacara berlangsung khidmat.
Upacara dipimpin Camat Baturraden, Bangkit Angga Barokah selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Gerakan Pramuka Baturraden.
Menariknya, seluruh golongan Pramuka dilibatkan dalam rangkaian prosesi upacara. Pengucapan Pancasila dipercayakan kepada Pramuka Pandega, sementara Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dibacakan Pramuka Penegak.
Adapun Dasa Darma Pramuka dibacakan Pramuka Penggalang, sedangkan Dwi Darma Pramuka dipercayakan kepada Pramuka Siaga.
Ketua Kwarran Baturraden, Muliana Prapmawati mengatakan, peringatan Hari Pramuka di tingkat Kwarran Baturraden tidak digelar tepat pada 14 Agustus. Pelaksanaan dilakukan pada waktu berbeda setelah mempertimbangkan sejumlah hal dan masukan dari Mabiran.
“Upacara Hari Pramuka di Kwarran Baturraden tidak tepat tanggal 14 Agustus karena berbagai pertimbangan dan saran dari Mabiran,” ujar Muliana.
Meski digelar setelah tanggal peringatan nasional Hari Pramuka, antusiasme peserta tetap tinggi. Lapangan Akrab dipenuhi anggota Pramuka dari berbagai tingkatan yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Semarak kegiatan berlanjut setelah upacara. Para peserta dan undangan disuguhi beragam penampilan keterampilan kepramukaan yang memperlihatkan kreativitas dan kemampuan anggota.
Anggota Pra Siaga dan Siaga tampil dalam berbagai kegiatan yang dikemas secara ceria. Penampilan mereka mendapat sambutan hangat dari peserta dan undangan.
Sementara itu, Pramuka Penggalang tampil lebih atraktif dengan memperagakan sejumlah keterampilan, mulai dari pionering, kolone tongkat, tari semaphore, hingga Tari Rumekso.
Berbagai atraksi tersebut bukan sekadar hiburan. Penampilan para anggota menjadi gambaran proses pembinaan kepramukaan yang mengasah kekompakan, kedisiplinan, kreativitas, keberanian, serta kemampuan tampil di depan publik.
Keterampilan pionering dan kolone tongkat, misalnya, membutuhkan kerja sama dan kedisiplinan. Sementara semaphore dan seni tari memberikan ruang bagi anggota untuk mengembangkan kreativitas sekaligus kepercayaan diri.
Rangkaian peringatan juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada para pembina, pimpinan satuan karya (saka), serta gugus depan yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai perlombaan sebelumnya.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi dan kerja keras para pembina serta anggota Pramuka dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan di wilayah Baturraden.
Di tengah kemeriahan acara, Pasukan Tunas Muda kembali menjadi salah satu pusat perhatian. Penampilan mereka saat menjalankan tugas pengibaran bendera memperlihatkan kesiapan, kedisiplinan, dan kekompakan generasi muda.
Momentum tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka di Baturraden terus berkembang melalui pembinaan yang memadukan kedisiplinan, keterampilan, kreativitas, dan semangat pengabdian.
Dari Lapangan Akrab, pesan itu kembali ditegaskan. Pramuka bukan sekadar barisan dan seragam, melainkan wadah untuk membentuk generasi muda yang berani berkarya, mampu bekerja sama, serta siap memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. (*)









