Abdul Mu’ti menegaskan, nilai Pancasila harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Kecintaan terhadap Indonesia, misalnya, dapat ditunjukkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, penghormatan terhadap keberagaman, kemampuan hidup bersama, dan sikap yang mencerminkan persatuan.
“Sikap-sikap seperti ini akan bisa ditumbuhkan kalau murid memiliki banyak pengalaman dalam lembaga pendidikan yang banyak mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Dengan penguatan pembelajaran, budaya sekolah, keteladanan, pembiasaan, serta kegiatan kolaboratif, pendidikan Pancasila diharapkan semakin bermakna bagi peserta didik. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk membentuk generasi Indonesia yang berkarakter, menghargai keberagaman, mencintai tanah air, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Kemendikdasmen optimistis bahwa pendidikan yang mengintegrasikan pengetahuan dan nilai akan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Dengan dukungan guru, sekolah, keluarga, dan seluruh ekosistem pendidikan, nilai-nilai Pancasila diharapkan tumbuh menjadi bagian dari kehidupan peserta didik dan menjadi bekal mereka dalam menyongsong masa depan Indonesia yang maju, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. (*)









