Melalui pendekatan tersebut, sekolah diharapkan menjadi ruang bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila.
Interaksi antara guru dan murid, hubungan antarpeserta didik, serta berbagai kegiatan di lingkungan sekolah menjadi bagian dari proses pembentukan budaya yang mencerminkan kehidupan kebangsaan.
Selain melalui pembelajaran, penguatan karakter dan nasionalisme juga dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler serta pembiasaan. Pramuka menjadi salah satu sarana penguatan karakter, sementara berbagai pilihan ekstrakurikuler diharapkan memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan di luar pembelajaran formal.
“Kami punya prinsip bahwa pilihan ekstrakurikuler itu perlu kita perbanyak. Para murid dapat memiliki keterampilan, memiliki kemampuan di luar mata pelajaran yang diajarkan di pelajaran formal,” kata Abdul Mu’ti.
Kemendikdasmen juga memperkuat pelaksanaan upacara bendera dan kegiatan pada hari-hari besar nasional. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diajak menghayati nilai-nilai kebangsaan, salah satunya melalui Ikrar Pelajar Indonesia.
Ikrar tersebut mencakup nilai keimanan dan ketakwaan, penghormatan kepada orang tua dan guru, kesungguhan dalam belajar, kerukunan dengan teman, serta kecintaan terhadap tanah air.










