Transformasi Digital SMK Muhammadiyah 2 Cepu: Belajar Matematika Lebih Mudah dengan Interactive Flat Panel

Penulis: Gunawan Trihantoro | Editor: Syaifudin
Pembelajaran matematika di SMK Muhammadiyah 2 Cepu, Kabupaten Blora, mulai menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP). (foto: Gunawan)

BLORA, KYAIMENTERI.ID — Pembelajaran matematika di SMK Muhammadiyah 2 Cepu, Kabupaten Blora, mulai menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP).

Penerapan teknologi tersebut terlihat dalam pembelajaran matematika yang berlangsung di ruang belajar digital SMK Muhammadiyah 2 Cepu, Selasa (11/8/2026) pagi.

Teknologi layar sentuh digital tersebut dimanfaatkan untuk mengubah pembelajaran konvensional menjadi lebih visual, interaktif, dan mendorong keterlibatan aktif siswa di dalam kelas.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Cepu, Zaenal Arifin mengatakan, IFP merupakan salah satu perangkat teknologi pembelajaran yang dapat mengintegrasikan berbagai media dalam satu layar.

Berikan Ruang lebih Luas Bagi Guru dan Murid

“IFP atau Interactive Flat Panel merupakan layar sentuh berukuran besar yang menggabungkan fungsi komputer, papan tulis digital, proyektor, dan televisi pintar,” ujanya.

Menurutnya, pemanfaatan IFP memberikan ruang lebih luas bagi guru dan murid untuk menulis, menggambar, menampilkan video, hingga melakukan aktivitas pembelajaran secara langsung dan kolaboratif.

“Teknologi ini bukan sekadar menggantikan papan tulis, tetapi menjadi media yang dapat membuat proses pembelajaran lebih menarik dan interaktif,” jelasnya.

Dalam pembelajaran itu, guru Matematika, Diah Tri Setiyawati, S.Pd., menyampaikan materi mengenai fungsi dan persamaan kuadrat dengan memanfaatkan IFP bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Lebih Mudan Diamati dan Dipahami

Guru tidak hanya menyampaikan materi secara verbal, tetapi juga mengajak siswa mengerjakan persamaan kuadrat serta menggambar grafik fungsi secara langsung melalui layar interaktif.

Visualisasi grafik melalui IFP membuat konsep matematika yang bersifat abstrak menjadi lebih mudah diamati dan dipahami oleh murid.

Murid juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan perangkat, mulai dari mengerjakan soal hingga membuat grafik berdasarkan fungsi dan persamaan yang dipelajari.

Suasana pembelajaran pun terlihat lebih hidup. Anak-anak tampak antusias dan bersemangat mengikuti setiap tahapan pembelajaran berbasis teknologi tersebut.

Salah satunya adalah Syifa Putri Alivia, murid kelas XI ASP 2, yang terlihat aktif mengerjakan tugas persamaan kuadrat sekaligus membuat grafik menggunakan IFP.

Bagi murid, pengalaman tersebut memberikan cara belajar yang berbeda karena mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga terlibat langsung dalam proses menemukan dan memvisualisasikan konsep matematika.

Pembelajaran Makin Adaptif

Pemanfaatan IFP menunjukkan bahwa transformasi digital pendidikan bukan semata-mata tentang menghadirkan perangkat teknologi ke ruang kelas.

Lebih dari itu, digitalisasi pembelajaran menjadi sarana untuk membangun pengalaman belajar yang aktif, kolaboratif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Kehadiran IFP di SMK Muhammadiyah 2 Cepu juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan ekosistem pembelajaran yang semakin adaptif terhadap kebutuhan generasi digital.

Dengan pemanfaatan yang tepat, IFP diharapkan tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik, tetapi juga membantu membangun kompetensi siswa yang siap menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di masa depan. (*)

Bagikan Tulisan Ini