SEMARANG, KYAIMENTERI.ID – Kebiasaan generasi muda yang minim aktivitas fisik alias mager dan bergantung pada gawai menjadi perhatian serius Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti.
Saat memberikan pembekalan pada Sidang MUKTAMAR XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Jumat (7/8/2026), figur yang disapa Kyai Menteri ini mengajak organisasi bela diri untuk turut serta menyelesaikan persoalan tersebut.
Menteri Abdul Muti menyoroti perubahan pola hidup anak muda saat ini yang dinilainya melenceng dari prinsip gaya hidup sehat. Dominasi penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari dinilai membawa dampak negatif bagi pertumbuhan anak.
”Generasi muda kita mager, malas gerak. Generasi muda banyak menghabiskan waktu dengan gawainya,” kata Kyai Menteri dalam arahannya.
Ia menambahkan bahwa fenomena mager ini tidak bisa dibiarkan begitu saja karena memiliki dampak sistemik terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Ketergantungan pada gawai dan minimnya pergerakan fisik berpotensi merusak berbagai lini perkembangan remaja.
”Pengaruh yang kuat bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental, dan moralnya,” jelasnya.
Baca Juga: Dorong Generasi Kuat, Mendikdasmen Masukkan Prestasi Pencak Silat dalam Jalur SPMB
Melihat tantangan tersebut, Kemendikdasmen membuka diri terhadap masukan dari berbagai pihak, termasuk organisasi pencak silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Bela diri dinilai sebagai salah satu sarana paling efektif untuk menggembleng kembali kedisiplinan, ketahanan fisik, serta moralitas anak muda.
”Forum Muktamar ini kami harapkan dapat juga memberikan masukan-masukan kepada kami di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, agar generasi muda kita dapat menjadi lebih baik lagi melalui bela diri seperti Tapak Suci,” kata Abdul Mu’ti









