SEMARANG, KYAIMENTERI.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti memasukan prestasi pencak silat dalam jalur Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Langkah ini merupakan komitmen pemerintah dalam membangun profil generasi Indonesia yang kuat dan berkualitas melalui pendekatan pendidikan yang seimbang.
Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Kyai Menteri ini saat memberikan pengarahan dan pembekalan pada Sidang Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Jumat (7/8/2026).
Dalam pembekalannya, Mendikdasmen menegaskan, guna mewujudkan Indonesia yang kuat membutuhkan sistem pendidikan holistik yang mengasah seluruh potensi murid.
Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada kemampuan akademis kognitif semata.
”Pendidikan ada empat aspek: olahraga, olah rasa, olah hati, dan olah pikir, sehingga semua harus berkembang,” tegas Abdul Mu’ti di hadapan para peserta Muktamar.
Sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan potensi murid di luar bidang akademis, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyiapkan kebijakan strategis dalam SPMB.
Pemerintah resmi memperhitungkan keterlibatan aktif murid dalam kegiatan olahraga, seni, dan kepemimpinan sebagai kriteria penentu masuk sekolah.
”Kami telah memasukkan jalur prestasi non-akademik melalui olahraga, seni, dan kepemimpinan sebagai bagian dari pertimbangan penerimaan murid baru jenjang SLTP dan SLTA,” ujar Kyai Menteri.
Melalui kebijakan ini, keaktifan para siswa dalam organisasi pencak silat seperti Tapak Suci dipastikan mendapat apresiasi formal dari negara.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus membekali para kader muda dengan keahlian yang bermanfaat bagi masa depan mereka.
”Oleh karena itu, dengan keaktifan anak-anak kita, dapat menjadi nilai tersendiri di Tapak Suci dan dapat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas. Yang tidak kalah pentingnya, menurutnya ketrampilan silat seperti di Tapak Suci dapat menjadi salah satu kemampuan bela diri yang juga membantu kader-kader kita berkarir di berbagai profesi,” kata dia.









