Kyai Menteri Abdul Mu’ti Ceritakan Momen Lucu soal ‘Honourable Speech’ Saat Hadiri Program Literasi di Surabaya

Penulis: 
Honourable Speech (ilustrasi)

JAKARTA, KYAIMENTERI.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, membagikan kisah menarik saat menghadiri kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) serta showcase Program Literasi di Kota Surabaya.

Program literasi tersebut merupakan hasil kerja sama antara INOVASI, program kemitraan pendidikan yang didukung Pemerintah Australia, dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah Jawa Timur dalam upaya memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.

Dalam rangkaian acara tersebut, Kyai Menteri Abdul Mu’ti mendapat kesempatan untuk menyampaikan sambutan. Namun, ia mengaku sempat dibuat penasaran karena panitia menggunakan istilah honourable speech, bukan istilah yang lazim digunakan seperti keynote speech atau welcoming speech.

“Di antara rangkaian acara, saya diminta menyampaikan honourable speech. Sebuah permintaan dan istilah baru. Yang lazim adalah keynote speech atau welcoming speech,” ujar Kyai Menteri ini.

Karena merasa asing dengan istilah tersebut, ia pun mencoba bertanya kepada Joanne dari INOVASI mengenai maksud honourable speech. Namun, pertanyaannya hanya dibalas dengan senyuman.

Tak ingin suasana menjadi kaku, Abdul Mu’ti kemudian melontarkan candaan yang mengundang gelak tawa peserta.

“Saya bertanya, ‘Apa yang dimaksud honourable speech?’ Joanne hanya tersenyum. Akhirnya saya bercanda, ‘Honourable speech itu kira-kira berarti ‘ngomong sak karepmu‘ atau bicara apa saja,” tuturnya.

Candaan tersebut rupanya dimuat oleh media pwmu.co dan mendapat sambutan luas dari para pembacanya. Bahkan, salah seorang temannya memberikan tafsiran yang tak kalah menggelitik.

“Seorang teman berkomentar, honourable speech artinya bicara apa saja yang dapat honor, seperti khotbah, pengajian, seminar, dan sejenisnya. Benar juga,” ujarnya sambil berseloroh.

Kyai Menteri Abdul Mu’ti kemudian mengaitkan gurauan tersebut dengan pengalaman pada masa pandemi COVID-19. Menurutnya, kesempatan memberikan ceramah atau menjadi pembicara saat itu menjadi tambahan rezeki yang cukup berarti.

“Masa pandemi, honourable speech begitu berarti. Buat peningkatan gizi, nambah pundi-pundi,” katanya dengan nada bercanda.

Menutup ceritanya, Kyai Menteri pun menyampaikan harapan sederhana yang kembali mengundang senyum.

“Selamat hari Jumat. Semoga ada undangan honourable speech lagi,” pungkasnya.

Cerita ini disadur dari buku ‘Guyon Maton’ karangan Abdul Mu’ti, cetakan II: Oktober 2022

Bagikan Tulisan Ini