Koordinator BEM PTMA Apresiasi Komitmen Mendikdasmen Abdul Mu’ti Majukan Pendidikan di Papua

Penulis: 
Koordinator Presidium Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (BEM PTMA) Indonesia, Yogi Syahputra Alaydrus dalam kegiatan aksi unjuk rasa

JAKARTA, KYAIMENTERI.ID – Koordinator Presidium Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (BEM PTMA) Indonesia, Yogi Syahputra Alaydrus mengapresiasi komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di bawah Menteri Abdul Mu’ti memajukan pendidikan di wilayah timur Indonesia.

Yogi Syahputra mengatakan selama ini isu-isu pendikan menjadi salah satu konsentrasi Presidium BEM PTMA Indonesia, di samping isu-isu penguatan literasi, pengembangan SDM, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Ada 179 kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia yang tergabung di Presidium BEM PTMA Indonesia. Dan dalam setiap kesempatan pendidikan menjadi salah satu isu prioritas kami,” kata dia

Ia mengamati dalam berbagai agenda pendidikan nasional, pemerintah terus menegaskan pentingnya pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah terluar Indonesia. Pemerintah menekankan pentingnya menghadirkan akses pendidikan yang setara dan berkualitas, dari barat hingga timur Indonesia.

Komitmen tersebut, menurutnya, tercermin dalam berbagai langkah Mendikdasmen Abdul Mu’ti, termasuk yang terbaru dalam program Revitalisasi Satuan Pendidikan di wilayah Sorong hingga Arar, Provinsi Papua Barat Daya.

Selain program fisik, memperluas akses pendidikan di daerah terpencil juga diperkuat melalui pendidikan jarak jauh, sekolah satu atap, sekolah terbuka berbasis komunitas belajar, pendidikan kesetaraan, serta kursus dan pelatihan.

“Langkah Mendikdasmen, Abdul Mu’ti yang mendorong pendidikan inklusif yang bisa dinikmati dari barat hingga timur Indonesia serta pulau terluar Indonesia patut mendapatkan apresiasi,” ujarnya.

Yogi juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam bidang pendidikan. Menurutnya, kolaborasi tersebut sangat penting untuk mengatasi kesenjangan akses pendidikan di wilayah tertinggal dan terluar Indonesia, sehingga berbagai program dapat dijalankan secara tepat sasaran.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi mahasiswa menjadi fondasi penting dalam mempercepat pemerataan serta mewujudkan kesetaraan pendidikan di Indonesia.

Yogi juga mengajak gerakan mahasiswa Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada isu-isu nasional, tetapi juga harus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam membantu daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan pendidikan, termasuk Papua Barat Daya.

“Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi bangsa. Pendidikan di Papua maupun daerah terpencil adalah tanggung jawab bersama untuk melahirkan generasi unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Bagikan Tulisan Ini