Rukun Sama Teman Jadi Warna Pentas Pelajar 2026, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Jadi Juri

Penulis: 
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, hadir sebagai juri pada Pentas Pelajar 2026. Pentas Pelajar ini menjadi ruang ekspresi, kreativitas, bakat, serta karya pelajar Indonesia

Jakarta, KyaiMenteri – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan Pentas Pelajar 2026, Sabtu (23/5). Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi, kreativitas, bakat, serta karya pelajar Indonesia. Acara ini semakin spesial karena Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, hadir sebagai juri.

Abdul Mu’ti menilai secara langsung para finalis yang membawakan aransemen baru lagu “Rukun Sama Teman” dalam Festival Band Pelajar yang menjadi salah satu bagian dari rangkaian Pentas Pelajar 2026 ini.

Sebanyak 14 band terbaik dari jenjang SMP, SMA, dan SMK dari berbagai daerah di Indonesia hadir dengan menampilkan versi baru lagu tersebut.

Pentas pelajar ini menjadi wadah bagi murid dari berbagai daerah untuk menampilkan potensi terbaiknya melalui seni, budaya, dan karya kreatif yang sarat nilai kebersamaan, empati, dan persahabatan.

Ada beragam kegiatan pada festival ini. Mulai dari Festival Band Pelajar, pemutaran film pendek dan lokakarya, demo komik digital, jajanan pasar hingga berbagai aktivitas interaktif lainnya.

Baca juga: Menteri Mu`ti Berbagi Ceria Bersama Murid-Murid di Kupang, Tanamkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi terhadap para pelajar yang tampil kreatif dalam festival tersebut. “Poin penting yang menunjukkan kreativitas itu harus melampaui, dan kalian berani keluar dari genre musik aslinya. Itu luar biasa,” ujar Mendikdasmen di Jakarta, Sabtu (23/5).

Lagu “Rukun Sama Teman” menjadi media yang menyebarkan nilai empati, kerukunan, dan persahabatan di kalangan generasi muda.

Melalui gerakan ini, para pelajar diajak membangun solidaritas, semangat kebersamaan, dan budaya saling menghargai di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keberanian para pelajar dalam mengaransemen ulang lagu, menunjukkan potensi seni dan kreativitas generasi muda Indonesia yang terus berkembang.

“Sebuah kreativitas yang sangat berani. Menurut saya ini contoh bagaimana anak-anak Indonesia punya potensi seni yang hebat,” lanjutnya.

Sebelumnya, Kemendikdasmen telah menyelenggarakan Kompetisi Gerak dan Lagu “Rukun Sama Teman” sejak Februari 2026.

Kompetisi tersebut mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari seluruh Indonesia dengan melibatkan lebih dari 24 ribu peserta dan lebih dari 3 ribu karya dari 38 provinsi. Bahkan, kegiatan ini turut diikuti oleh Sekolah Indonesia Luar Negeri.

Pada kompetisi tersebut, juara pertama diraih oleh SMK Negeri 10 Bandung, juara kedua oleh SMA Negeri 4 Denpasar, dan juara ketiga oleh SMA Negeri 1 Pangkalan Bun.

Perwakilan SMK Negeri 10 Bandung, Leonel, menjelaskan bahwa kelompoknya berupaya menghadirkan aransemen yang tidak hanya menarik secara musikal, tetapi juga mampu menyampaikan pesan lagu secara kuat kepada pendengar.

“Dari liriknya kami ingin menekankan bahwa lagu ini bukan hanya untuk dinyanyikan saja, tetapi juga dihayati dan kemudian dilakukan oleh para pendengar. Hal itu bisa dikemas dengan musik yang gembira, riang, bertempo cepat. Jadi pendengar bisa lebih menghayati dan mengekspresikan semangat dari gerakan Rukun Sama Teman, untuk kemudian mengimplementasikannya,” jelas Leonel.

Sementara itu, Bulan dari SMA Negeri 4 Denpasar mengungkapkan bahwa kelompoknya memilih aransemen pop-jazz karena ingin mengeksplorasi pendekatan baru dalam membawakan lagu tersebut.

“Kami suka sekali mengeksplorasi sesuatu yang baru. Kebetulan kami senang dengan lagu Rukun Sama Teman, jadi kami pikir kalau dibawakan dengan gaya seperti itu juga akan bagus,” ungkapnya.

Bagikan Tulisan Ini