MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID – Prestasi murid-murid Sekolah Rakyat (SR) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) patut diacungi jempol.
Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, mereka sanggup menyumbangkan kemampuan mengukir sejarah pendidikan kepada bangsa dan negara.
Tujuh murid Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar menorehkan prestasi dengan menyabet sejumlah medali di ajang kompetisi sains tingkat nasional sepanjang tahun 2026.
Mereka bangga karena langsung diperkenalkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“Kemarin saya juga mendapat kabar, tujuh murid sekolah rakyat di Makassar berhasil menang Olimpiade Nasional Indonesia ke-15 di bidang Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Sosiologi,” kata Presiden.
Upaya Putus Mata Rantai Kemiskinan
Menurut Prabowo, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
Kondisi ekonomi orang tua tidak boleh menjadi penghalang bagi masa depan anak-anak mereka.
“Kita harus memutuskan lingkaran kemiskinan. Kalau orang tua mereka menghadapi nasib yang kurang baik, mengalami kondisi keterburukan, kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh terus miskin,” ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan, capaian itu merupakan bukti bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat meraih prestasi tinggi.
Tujuh Murid Raih Prestasi
Ketujuh peserta didik itu adalah, Fahrani Ramadhani, meraih Medali Emas Olimpiade Nasional Indonesia (ONI) 15 bidang Matematika tingkat nasional, kemudian Salwa Dzakila Asmar, menyabet dua Medali Emas, yakni pada Airlangga Competition 19 dan Olimpiade Nasional Indonesia (ONI) 15 bidang Biologi tingkat nasional.
Ada juga Aliya Wahyuni, peraih Medali Emas Olimpiade Nasional Indonesia (ONI) 15 bidang Bahasa Indonesia tingkat nasional.
Berikutnya Manohara, peraih Medali Perak Olimpiade Nasional Indonesia (ONI) 15 bidang Matematika tingkat nasional, serta lolos ke tingkat nasional Kompetisi Sains Pelajar Dalton (KPSD) 2026 bidang Sosiologi.
Selain itu, ada nama Zeskia Aulia, peraih Medali Perak Olimpiade Nasional Indonesia (ONI) 15 bidang Biologi tingkat nasional.
Selain itu, ada Andi Husnul Khatimah, peraih Medali Emas Kompetisi Sains Pelajar Dalton (KPSD) 2026 tingkat provinsi bidang Bahasa Indonesia, sekaligus lolos ke tingkat nasional, serta kembali lolos ke tingkat nasional pada bidang Sejarah.
Tak ketinggalan Muh. Amirullah, peraih Medali Emas Kompetisi Sains Pelajar Dalton (KPSD) 2026 tingkat provinsi bidang Matematika dan berhasil melaju ke tingkat nasional.
Bukti Kesempatan Belajar Setara
Wali Asrama SRMA 26 Makassar, Habibie mengatakan, ketujuh siswa peraih prestasi itu membawa pulang medali emas dan perak dari Olimpiade Nasional Indonesia (ONI) 15, Airlangga Competition 19, dan Kompetisi Sains Pelajar Dalton (KPSD) 2026.
“Kami turut bangga. Ini sekaligus bukti bahwa kesempatan belajar yang setara, disertai pembinaan yang konsisten, mampu melahirkan peserta didik bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Adapun Guru Matematika SRMA 26 Makassar, Kiki Novita Sari, mengatakan, keberhasilan tersebut berawal dari upaya mengubah cara pandang siswa belajar matematika.
Ia tidak ingin peserta didik melihat matematika sebagai kumpulan rumus yang menakutkan, melainkan ilmu yang dapat dipahami melalui proses berpikir dan penemuan.
Membuka Kelas Tambahan
Kiki pun meluangkan waktu di luar jam pelajaran untuk membuka kelas tambahan, berdiskusi, dan mendampingi siswa hingga mereka berani berpikir kritis serta belajar secara mandiri.
“Saya ingin mereka memahami proses di balik setiap konsep sehingga belajar menjadi pengalaman yang menyenangkan,” ujarnya.
Kiki berharap para murid tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik Sekolah Rakyat bahwa prestasi bukan hanya milik mereka yang memiliki banyak kesempatan, tetapi juga milik mereka yang terus berjuang, pantang menyerah, dan tidak berhenti belajar.
Presiden Prabowo juga mengenalkan Citra Nur Ramadhani, 10 tahun. Siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi Tingkat Dasar, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulsel, itu punya kisah inspiratif karena nyaris putus sekolah demi membantu ibunya berjualan kacang.
Namun setelah masuk Sekolah Rakyat ia mampu menyumbang gelar juara 2 karate tingkat Kabupaten.
Ada pun Ismi Ulfaidah, 16 tahun yang merupakan siswi Sekolah Rakyat Poliwali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional. (*)









