Tidak hanya itu, SMK Negeri Kasiman juga terus memperluas jejaring dengan dunia industri lain. Saat ini sekolah tersebut telah memiliki 31 mitra industri yang menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi.
“Kami terus membangun kerja sama dengan industri. Karena bagi SMK, hubungan dengan dunia industri sangat penting untuk memastikan kompetensi anak-anak sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” kata Bambang.
Yang membuat program ini semakin menarik, kelas industri di SMK Negeri Kasiman telah berhasil meluluskan angkatan pertama. Hasilnya cukup menggembirakan karena hampir seluruh lulusan kelas industri tersebut terserap ke dunia industri.
“Alhamdulillah, kelas industri angkatan pertama sudah lulus dan hampir semuanya terserap di dunia industri. Ini bukti, yang kami lakukan bersama industri memberikan hasil,” ujarnya.
Bambang berharap keberadaan kelas industri tidak hanya menjadi program kerja sama formal antara sekolah dengan perusahaan. Lebih dari itu, kelas industri diharapkan menjadi jembatan untuk mengantarkan siswa dari bangku sekolah menuju dunia kerja.
“Kami ingin anak-anak ketika lulus tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga kompetensi dan pengalaman yang dibutuhkan industri. Harapannya, mereka bisa langsung bekerja dan mampu bersaing,” tandasnya.
Kelas industri ini menjadi salah satu bukti bahwa pendidikan vokasi tidak cukup hanya mengajarkan teori. Sekolah dan industri harus berjalan bersama agar lulusan benar-benar siap menghadapi dunia kerja. (*)









