SMK Muhammadiyah Kota Serang Perkuat Kemampuan Baca Al-Qur’an Lewat MABIT

Penulis: Ahmad Herdi | Editor: Budi Supriyantoro
Gedung SMK Muhammadiyah Kota Serang, [foto: ist]

SERANG, KYAIMENTERI.ID – SMK Muhammadiyah Kota Serang terus memperkuat pembinaan keagamaan siswa. Kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu perhatian sekolah agar pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan pemahaman nilai-nilai keagamaan.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT) yang akan diikuti 146 pelajar. Kegiatan digelar selama dua hari satu malam, Senin-Selasa, 14-15 September 2026, di Mahoni Bangun Sentosa (MBS), Serang.

Kepala SMK Muhammadiyah Kota Serang, Harapan mengatakan MABIT menjadi sarana bagi sekolah untuk memperkuat karakter sekaligus memetakan kemampuan keagamaan para siswa.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pemetaan kemampuan membaca Al-Qur’an. Langkah ini dilakukan agar sekolah dapat mengetahui kemampuan setiap siswa dan menentukan bentuk pembinaan yang sesuai.

“Di kami setiap Senin, Selasa, Rabu ada Kelas Al-Qur’an namanya yang berlangsung selama satu jam untuk semua siswa. Siswa membaca Al-Qur’an, sementara yang belum bisa membaca Al-Qur’an akan belajar Iqro untuk mengenal huruf hijaiyah,” ujar Harapan saat diwawancarai di Serang, Rabu, (9/9/2026).

Menurut Harapan, kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan bagian penting dalam pendidikan di SMK Muhammadiyah Kota Serang. Bahkan, kemampuan tersebut menjadi salah satu syarat kelulusan bagi siswa.

Karena itu, pembinaan membaca Al-Qur’an tidak hanya dilakukan melalui MABIT. Sekolah juga menjalankan Kelas Al-Qur’an secara rutin untuk memberikan pendampingan sesuai kemampuan masing-masing siswa.

Selain penguatan keagamaan, MABIT dirancang untuk membentuk jiwa kepemimpinan dan kemampuan bersosialisasi para pelajar. Peserta akan mendapatkan materi keislaman, kemuhammadiyahan, kepemimpinan, keorganisasian, serta peran kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Beragam kegiatan juga disiapkan untuk mendukung tujuan tersebut, mulai dari dinamika kelompok, kajian, qiyamul lail, salat berjamaah, tadarus, outbound, simulasi kepemimpinan, hingga presentasi hasil diskusi.

Harapan menegaskan, sekolah Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pendidikan yang seimbang antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter.

“Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kepemimpinan yang kuat, dan komitmen terhadap gerakan pelajar Muhammadiyah,” katanya.

Ia berharap pembinaan melalui MABIT maupun program rutin sekolah dapat membentuk pelajar yang lebih disiplin, bertanggung jawab, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta mampu menjadi kader yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Dengan rangkaian kegiatan ini, kami menanamkan nilai disiplin, kebersamaan, dan tanggung jawab. Harapan kami, para pelajar tumbuh menjadi kader yang tangguh dan berintegritas,” pungkasnya. (*)

Bagikan Tulisan Ini