BLORA, KYAIMENTERI.ID — Sebanyak 130 siswi SMK Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Cepu mengikuti edukasi kesehatan reproduksi di aula sekolah, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat sebagai narasumber.
Penyuluhan bertema Sex Education dan Kesehatan Reproduksi Wanita itu digelar untuk memberikan pemahaman kepada siswi mengenai kesehatan reproduksi secara ilmiah dan bertanggung jawab.
Panitia kegiatan, Diah Tri Setyowati, S.Pd, mengatakan penyuluhan ini penting di tengah maraknya kasus kehamilan di luar nikah pada usia remaja.
Menurutnya, minimnya pemahaman remaja mengenai pendidikan seks dan kesehatan reproduksi perlu diantisipasi melalui edukasi yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memperoleh pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi, sehingga mampu menjaga diri, mengambil keputusan yang bijak, serta terhindar dari perilaku berisiko,” ungkapnya.
Untuk mendukung penyampaian materi secara ilmiah, kegiatan menghadirkan narasumber yang kompeten dari tenaga kesehatan Puskesmas setempat.
Materi yang disampaikan meliputi anatomi dan fungsi organ reproduksi wanita serta berbagai perubahan yang terjadi selama masa pubertas.
Siswi juga mendapat pemahaman mengenai cara menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi.
Selain itu, narasumber membahas risiko pergaulan bebas dan seks pranikah, termasuk dampaknya terhadap kesehatan fisik dan psikologis remaja.
Edukasi juga mencakup upaya melindungi diri dari perilaku seksual berisiko dan pelecehan seksual.
Siswi didorong untuk mengenali situasi yang berpotensi membahayakan serta berani mengambil sikap untuk melindungi diri.
Waka Urusan Kesiswaan SMK Muda Cepu, Nur Sahlul Mubarok, M.Pd, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya sekolah membangun pemahaman kesehatan reproduksi yang sesuai dengan nilai-nilai agama.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius, terbuka, dan bertanggung jawab. Pengetahuan yang diperoleh hendaknya menjadi bekal untuk menjaga diri dan membangun pergaulan yang sehat,” katanya.
Ia juga mendorong siswa untuk berani mengatakan tidak terhadap perilaku berisiko maupun pelecehan seksual serta mampu mengambil keputusan yang bijak demi menjaga kesehatan dan masa depan.
Sementara itu, Kepala SMK Muda Cepu, Zaenal Arifin, S.Ag. MM., menegaskan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan tanggung jawab siswa.
Menurutnya, pemahaman yang baik diharapkan dapat membantu siswa mengambil keputusan secara bijak sekaligus mencegah berbagai risiko yang dapat mengganggu masa depan mereka.









