MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID – Terobosan baru di bidang pendidikan hadir di Sulawesi Selatan (Sulsel). Pemerintah Provinsi Sulsel bersama Pemerintah Kota Makassar mulai menghadirkan Sekolah Menengah Atas Negeri Unggulan (SMANU) Cendekia Merah Putih (SCMP), sebuah boarding school modern bertaraf internasional yang dirancang untuk mencetak generasi unggul dan berdaya saing global.
Memasuki tahun ajaran 2026/2027 ini, sekolah unggulan terpadu yang diperuntukkan khusus bagi murid laki-laki jenjang SMP dan SMA tersebut mulai menerima angkatan pertamanya. Sebanyak 100 peserta didik, terdiri atas 50 siswa SMP dan 50 siswa SMA. Setiap jenjang terdiri atas dua rombongan belajar (Rombel) dengan kapasitas 25 murid per kelas yang saat ini mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus matrikulasi yang berlangsung pada 10–31 Agustus 2026.
Kehadiran SMANU Cendekia Merah Putih tidak hanya menandai dimulainya model pendidikan berasrama baru di Sulsel, tetapi juga menjadi langkah pemerintah daerah dalam menyiapkan pendidikan yang memadukan pembinaan akademik, karakter, dan wawasan global sejak dini.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Najamuddin mengatakan, konsep SCMP adalah sekolah yang memiliki layanan pendidikan dengan fokus keunggulan tertentu seperti Sains dan Teknologi.
“Semua fasilitas pembelajaran dan asrama sudah dipersiapkan Pemprov Sulsel,” kata Iqbal saat ditemui di kantornya, Senin (10/8/2026).
Iqbal menjelaskan proses penerimaan dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur rekomendasi pemerintah kabupaten/kota dan jalur prestasi. Pada jalur rekomendasi, calon murid diusulkan oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota sebagai wakil daerah untuk mengikuti pendidikan di SCMP. Sedangkan pada jalur prestasi, seleksi dilakukan berdasarkan capaian akademik murid.
Penilaian administratif, lanjut Iqbal mencakup nilai rapor, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta prestasi di bidang olahraga, kepemimpinan, maupun keagamaan. Calon murid yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris, misalnya juga akan diprioritaskan.
“Murid yang masuk 10 besar nilai TKA tertinggi di sekolah asal, berkesempatan mengikuti seleksi melalui jalur prestasi akademik,” ujarnya.
Iqbal mengatakan, SCMP dirancang sebagai sekolah unggulan yang mengintegrasikan kurikulum nasional (Kurikulum Merdeka) dan kurikulum internasional (Cambridge Curriculum). Selain itu, pembinaan olimpiade sains serta penguatan karakter dan kepemimpinan menjadi salah satu ciri khas dalam sistem pendidikan di sekolah ini.
Untuk mendukung proses belajar, pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas modern, mulai dari smart classroom, laboratorium sains, ruang belajar, asrama modern hingga lapangan futsal indoor.
Adapun tenaga pendidik direkrut dan juga disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran, baik untuk kurikulum nasional, kurikulum internasional, pembinaan olimpiade, maupun sistem pengasuhan asrama.
Menurut Iqbal, pendirian SCMP ini salah satunya untuk menghadirkan sekolah unggulan yang mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas dari seluruh daerah di Sulsel. Hal itu mengingat banyak murid di Sulsel yang cerdas dan bertalenta, namun mereka umumnya memilih melanjutkan bersekolah unggul yang ada di Pulau Jawa.
“Kami memiliki potensi sumber daya manusia yang besar. Untuk mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, diperlukan sistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing global,” katanya.
Selain meningkatkan kualitas pendidikan, kehadiran SCMP juga menjadi sarana pemerataan akses bagi murid berprestasi dari seluruh kabupaten dan kota di Sulsel.
Sedianya murid SCMP akan ditempatkan di gedung MULO Makassar, namun karena gedungnya masih dalam tahap renovasi, sehingga dipilih gedung sementara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulsel. Gedung ini juga pernah digunakan murid sekolah rakyat (SR), sebelum mereka menempati gedung permanen yang saat ini berada di Sudiang, Makassar. (*)









