Program TPG Perkuat Kesejahteraan Guru dan Bangkitkan Pendidikan di NTT

Penulis: 
Proses belajar mengajar di SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu, Kabupaten Sikka, NTT

Sikka, NTT, KyaiMenteri – Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui peningkatan kesejahteraan guru. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui program Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang kini dirasakan manfaatnya oleh para tenaga pendidik di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kesejahteraan guru merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

Dalam kunjungan kerjanya ke NTT beberapa waktu lalu, Menteri Mu’ti menekankan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kesejahteraan guru secara berkelanjutan, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, salah satunya melalui penyaluran TPG.

“Kami optimistis bahwa melalui penyaluran TPG, revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, dan berbagai program lainnya, NTT dapat menjadi salah satu motor kebangkitan pendidikan nasional. Semoga kebangkitan tersebut dapat dimulai dari NTT,” ujar Menteri Mu’ti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (23/5).

Program TPG tidak hanya memberikan dukungan ekonomi bagi guru, tetapi juga menjadi pemantik semangat baru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme tenaga pendidik.

Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh Fransiskus Randis, guru SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu, Kabupaten Sikka, NTT. Menurutnya, TPG memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah yang selama ini berjuang memberikan layanan pendidikan terbaik di tengah keterbatasan fasilitas.

Randis mengungkapkan, dana TPG yang diterimanya setiap bulan turut membuka peluang lebih besar untuk mengembangkan kapasitas diri. Dana tersebut digunakan untuk menunjang literasi digital, termasuk membeli paket data internet guna mendukung pengembangan kompetensi secara mandiri.

“Selain untuk kebutuhan pribadi, dana TPG ini juga saya sisihkan untuk kegiatan wisata budaya dan mendukung kegiatan harian sekolah bagi murid kami. Saya ingin mereka tetap memiliki semangat belajar yang tinggi untuk meraih cita-cita,” ungkap Randis.

Hal senada disampaikan Donatus Jagom, guru Bimbingan Konseling (BK) di SMPN 48 Sa Ate Gaikiu. Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, Donatus terus berupaya menghadirkan proses pembelajaran yang optimal dengan menyesuaikan metode pengajaran dan mendorong kreativitas siswa dalam berbagai tugas sekolah.

Menurutnya, keberadaan TPG memberikan dampak positif dalam mendukung tugas dan tanggung jawab guru. Selain meningkatkan kesejahteraan, program tersebut juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi dan memberikan pengajaran yang lebih profesional.

“Dengan kondisi yang lebih sejahtera, proses pendidikan di sekolah dapat berlangsung lebih maksimal. Kami sebagai guru pun memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran bagi murid,” tutur Donatus.

Baik Randis maupun Donatus berharap program TPG dapat terus dipertahankan dan dilanjutkan pada masa mendatang. Mereka menilai TPG memiliki peran penting dalam mendukung guru memberikan pelayanan terbaik dan dedikasi penuh demi kemajuan pendidikan, khususnya di Kabupaten Sikka, NTT.

Selain menerima manfaat TPG, SMPN 48 Sa Ate Gaikiu juga menjadi penerima bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026. Pada tahun ini, sekolah tersebut akan mendapatkan bantuan pembangunan tiga ruang kelas, satu ruang administrasi, satu unit toilet, serta penataan lingkungan sekolah dengan total nilai bantuan lebih dari Rp2,4 miliar.

Melalui berbagai program tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sekolah sebagai fondasi utama menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing. (*)

Bagikan Tulisan Ini