CILACAP, KYAIMENTERI.ID – Keluarga besar SMA Negeri 1 Patimuan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bersama masyarakat sekitar melaksanakan salat istisqa di area persawahan yang mengering, Kamis (22/10/2016) pagi.
Salat istisqa dilaksanakan sebagai ikhtiar memohon hujan di tengah musim kemarau berkepanjangan yang berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air bersih.
“Di lingkungan sekitar, sumber mata air juga sudah mulai tipis dan persawahan sudah tidak kondusif. Dalam arti, banyak yang tidak panen dan tidak bisa bercocok tanam,” ujar Kepala SMA Negeri 1 Patimuan, Nur Hidayat.
Nur Hidayat mengatakan, kegiatan salat istisqa merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap kondisi masyarakat sekitar yang turut terdampak kemarau.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengenal tata cara salat istisqa, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa persoalan kekeringan tidak hanya berdampak pada pertanian, tetapi juga kehidupan masyarakat secara luas.
Ia berharap hujan segera turun sehingga lingkungan sekolah dan permukiman warga kembali hijau, sumber air terisi, serta masyarakat dapat kembali bercocok tanam.
Harapan serupa disampaikan salah satu siswi, Rosie Novia Ningsi. Ia mengaku senang dapat mengikuti salat istisqa bersama guru, karyawan, dan teman-temannya.
Menurut Rosie, kekeringan yang berlangsung lama telah membuat petani di sekitar tempat tinggalnya mengalami kesulitan air.
Kekeringan juga menyebabkan sejumlah saluran irigasi mulai mengering, sehingga petani kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengolah lahan dan menanam padi maupun tanaman pertanian lainnya.
Sumber mata air di sekitar permukiman warga juga mulai menipis. Ia berharap hujan segera turun untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat dan mendukung kegiatan pertanian tanpa menimbulkan bencana, seperti banjir. (*)









