MAMUJU, KYAIMENTERI.ID – Sebanyak 2.006 siswa SMA, SMK, dan SLB di Sulawesi Barat mendapat bantuan beasiswa pendidikan dari pemerintah daerah pada 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Sulawesi Barat (Sulbar), Muhammad Nehru Sagena mengatakan beasiswa kepada siswa SMA, SMK dan SLB merupakan bagian dari prioritas pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
“Bantuan pendidikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap siswa Sulbar yang mampu meraih prestasi di tingkat nasional,” katanya, kepada Kyaimenteri, Selasa (15/9/2026).
Nehru mengatakan siswa berprestasi yang menjadi sasaran program berasal dari berbagai bidang, mulai dari olahraga, seni, iman dan takwa (imtak), hingga hafalan Al-Qur’an.
Selain itu, itu perhatian pemerintah juga kepada siswa dari keluarga kurang mampu dan peserta didik difabel masuk dalam skema bantuan.
“Itu menunjukkan kepedulian pemerintah bahwa kita non-diskriminasi,” katanya.
Berdasarkan alokasi yang disiapkan Disdikbud Sulbar, terdapat 350 penerima beasiswa berprestasi yang terdiri atas 160 siswa SMA, 90 siswa SMK, dan 100 siswa SLB.
Selanjutnya bantuan beasiswa juga diberikan kepada 600 peserta didik dari kategori afirmasi atau kurang mampu. Rinciannya 240 siswa SMA, 230 siswa SMK, dan 130 siswa SLB.
Sedangkan bantuan perlengkapan pendidikan seperti seragam, sepatu, tas, buku dan kebutuhan lainnya dialokasikan untuk 1.056 peserta didik.
Jumlah tersebut terdiri atas 512 siswa SMA, 272 siswa SMK, dan 272 siswa SLB.
“Total penerima program beasiswa dan bantuan perlengkapan pendidikan mencapai 2.006 peserta didik,” ujarnya.
Nehru menjelaskan bahwa proses seleksi dan penyaluran bantuan pendidikan ini melalui tahapan yakni pendaftaran daring, yang dilakukan secara online melalui Portal Resmi Pemprov Sulbar pada 1 Maret hingga 30 April 2026.
Kemudian tim seleksi dan pihak Pemkesra melakukan pemeriksaan dokumen dan pemberkasan calon penerima. Petugas memberikan pendampingan kepada calon penerima untuk memastikan kevalidan data dan persyaratan.
“Diumumkan dan dicairkan bagi peserta didik yang lolos verifikasi pada September 2026,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sulbar Suhardi Duka mengakui bahwa alokasi tersebut belum dapat menjangkau seluruh siswa yang membutuhkan bantuan pendidikan di Sulbar.
“Keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi membuat pemerintah harus menentukan prioritas penerima sesuai kemampuan fiskal yang tersedia,” katanya.
Untuk itu, lanjut Suhardi, program yang berjalan tahun ini masih diarahkan kepada kelompok peserta didik yang dinilai menjadi prioritas, baik berdasarkan prestasi, kondisi ekonomi maupun kebutuhan khusus.
Program beasiswa ini bersumber dari APBD 2026 Sulbar yang hanya 1,6T dan ditengah efesiensi Gubernur masih tetap fokus dan berkomitmen untuk tetap memperhatikan pendidikan khusus kepada pemberian beasiswa berupa pembayaran UKT, dan penyelesaian studi bagi putra-putri Sulbar.









