Puluhan Rumah Adat Sade Terbakar, Gubernur NTB Fokus Pemulihan Sosial Ekonomi dan Pendidikan

Penulis: Andry Khan | Editor: Syaifudin
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, memantau kebakaran yang melanda kawasan Desa Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Sabtu (22/8/2026) malam.

LOMBOK TENGAH, KYAIMENTERI.ID — Kebakaran melanda kawasan Desa Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8/2026) malam.

Kobaran api dengan cepat merambat dan menghanguskan puluhan rumah adat serta sejumlah fasilitas di kawasan tersebut.

Kebakaran membuat warga berupaya menyelamatkan diri dan barang-barang yang masih dapat dievakuasi.

Material bangunan rumah adat yang banyak menggunakan kayu, bambu dan alang-alang membuat api cepat menjalar ke bangunan lain. Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Fokus Menyelamatkan Diri

Salah seorang warga, Amaq Jeri alias Anton mengatakan, api awalnya terlihat kecil sebelum kemudian membesar dan meluas ke bangunan di sekitarnya.

“Pertama itu kecil apinya, lama-lama jadi besar,” kata Anton.

Warga lainnya, Marwan mengatakan, kondisi saat kebakaran membuat masyarakat lebih fokus menyelamatkan diri karena api cepat menjalar.

“Tidak ada bisa menyelamatkan barang, hanya bisa menyelamatkan diri,” ujar Marwan.

Berdasarkan data sementara Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, kebakaran tersebut berdampak terhadap 120 kepala keluarga atau sekitar 320 jiwa.

Sebanyak 89 rumah adat dilaporkan ludes, sementara sejumlah fasilitas seperti masjid, museum, lapak UMKM dan fasilitas umum lainnya turut terdampak.

Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Di tengah proses pemadaman, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, langsung turun ke lokasi setelah tiba dari Nusa Tenggara Timur.

Ia berada di lokasi bersama petugas pemadam kebakaran, TNI-Polri dan masyarakat yang masih berupaya mengendalikan api.

Gubernur menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan musibah tersebut.

“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana seluruh masyarakat dan warga dalam keadaan selamat,” ujar Iqbal.

Siapkan Kebutuhan Dasar Warga Terdampak

Setelah memastikan keselamatan warga, pemerintah juga mulai menyiapkan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

Iqbal mengatakan, penanganan tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat pengungsian, tetapi harus mencakup kebutuhan pangan, sandang, rasa aman serta keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi warga.

“Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan,” kata dia.

Pendidikan Tak Boleh Terhenti

Gubernur juga memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak yang terdampak kebakaran. Ia memastikan musibah tersebut tidak boleh membuat pendidikan anak-anak Sade terhenti.

“Anak-anak kita pastikan pendidikannya tidak terganggu,” tegas Iqbal.

Untuk tahap selanjutnya, lanjut Iqbal,  pemerintah akan berkoordinasi dengan Bupati Lombok Tengah dan pihak terkait untuk menentukan langkah pemulihan dan rekonstruksi kawasan Desa Adat Sade.

“Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kita pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade,” ujarnya.

Menurut pemerintah daerah, pemulihan Sade tidak hanya menyangkut pembangunan kembali rumah warga, tetapi juga harus mempertahankan nilai adat dan identitas budaya masyarakat Sasak.

Jadi Pukulan Berat Bagi Masyarakat

Karena itu, proses rekonstruksi nantinya diharapkan tetap memperhatikan karakter kawasan adat sekaligus aspek keselamatan dan mitigasi kebakaran.

Kebakaran tersebut menjadi pukulan besar bagi masyarakat Sade. Kawasan ini bukan hanya menjadi tempat tinggal masyarakat Sasak, tetapi juga salah satu kawasan adat dan wisata budaya yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas Lombok.

Bagi warga, kebakaran bukan sekadar kehilangan bangunan, tetapi juga kehilangan tempat tinggal, harta benda, ruang usaha serta bagian dari warisan budaya yang dijaga secara turun-temurun.

Pemerintah kini menghadapi dua pekerjaan besar, yakni memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak terpenuhi dan menyiapkan pemulihan kawasan Sade.

Penanganan diharapkan tidak hanya membangun kembali kawasan yang terbakar, tetapi juga memperkuat sistem keselamatan dan mitigasi bencana tanpa menghilangkan identitas budaya masyarakat Sade. (*)

 

Bagikan Tulisan Ini