JAKARTA, KYAIMENTERI.ID – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama Ecobhinneka Muhammadiyah resmi memulai Audit Energi Bangunan Gedung PP Muhammadiyah. Kegiatan tersebut ditandai dengan Kick Off Meeting yang digelar di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No. 62, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB itu menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama sekaligus menyosialisasikan gerakan penghematan energi listrik kepada seluruh penghuni gedung PP Muhammadiyah.
Sekretaris PP Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, mengatakan audit energi tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Muhammadiyah dalam mendorong keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Menurutnya, kerja sama Muhammadiyah dengan Ecobhinneka telah berlangsung cukup lama dan kegiatan audit energi yang dilakukan saat ini merupakan tahap lanjutan dari proses yang sebelumnya telah dilakukan sebanyak empat kali.
“Fokus kita bukan hanya pada dampak secara ekonomis, tetapi betul-betul menjaga kelestarian lingkungan hidup,” tegas Izzul Muslimin dalam sambutannya.
Kegiatan kick off meeting turut dihadiri jajaran Majelis, Lembaga, dan Organisasi Otonom (Ortom) PP Muhammadiyah. Pimpinan dan kru TV MU yang berkantor di gedung tersebut juga turut mengikuti kegiatan.
Audit Energi Dilakukan Selama Tiga Hari
Secara teknis, audit energi akan dilakukan di seluruh area gedung PP Muhammadiyah, mulai dari lantai 1 hingga lantai 6. Proses tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Pelaksanaan audit dilakukan oleh tim kerja Ecobhinneka dengan pendampingan langsung dari staf PP Muhammadiyah. Tim akan memetakan penggunaan dan konsumsi listrik di berbagai bagian gedung untuk mengetahui potensi penghematan energi.
Audit tersebut tidak hanya berfokus pada aspek teknis. Perubahan kebiasaan sehari-hari para penghuni gedung juga menjadi bagian penting dalam upaya efisiensi energi.
Salah satunya dengan membiasakan diri memastikan seluruh aliran listrik dan pendingin ruangan dimatikan ketika ruangan sudah tidak digunakan.
Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi kebiasaan bersama sehingga penggunaan energi menjadi lebih efisien tanpa mengurangi aktivitas di lingkungan kerja.
Melalui audit energi ini, PP Muhammadiyah diharapkan memperoleh rekomendasi konkret mengenai langkah-langkah efisiensi yang dapat diterapkan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk mewujudkan tata kelola gedung yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. (*)









