SUKOHARJO, KYAIMENTERI.ID — Polres Sukoharjo menggelar sosialisasi penggunaan artificial intelligence (AI) di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan ini mendorong pelajar menggunakan AI secara terarah, kreatif, dan bernilai positif dalam dunia pendidikan.
Sebanyak 52 peserta dari Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapat pembekalan tentang penggunaan AI untuk mendukung pembelajaran sekaligus membuat konten digital yang edukatif.
Belajar Membuat Konten Edukatif
Dalam kegiatan tersebut, siswa mengikuti pelatihan membuat konten edukatif. Mereka belajar menggunakan AI untuk mencari ide, menyusun naskah, mengembangkan materi pembelajaran, dan mengemas konten agar lebih menarik.
Ipda Tulus Tri Haryanto, Brigadir Ricki, dan tim memandu langsung pelatihan tersebut. Mereka mengenalkan cara praktis memanfaatkan AI untuk mendukung pembelajaran sekaligus meningkatkan kreativitas siswa di ruang digital.
Menurut Ipda Tulus Tri Haryanto, kegiatan ini menjadi bagian dari program Polda Jawa Tengah untuk memberikan edukasi kepada pelajar mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab.
“AI harus digunakan untuk hal-hal positif. Jangan sampai teknologi ini disalahgunakan untuk penipuan, membuat hoaks, atau tindakan lain yang dapat berdampak pidana,” ujar Tulus.
Sekolah Sambut Positif
Wakil Kepala SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo Bidang Kesiswaan, Zainal Arifin, S.Pd.I., menyambut positif kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelatihan ini memberi bekal penting bagi siswa agar tidak hanya mahir memakai AI, tetapi juga memahami batasan hukum dan etika penggunaannya.
“Kami senang karena siswa mendapat pengetahuan tentang bagaimana menggunakan AI agar tidak melanggar hukum. Selain itu, pihak Polres juga membekali siswa cara praktis membuat konten yang kreatif dan menarik viewers,” kata Zainal.
Zainal menilai AI bisa membantu siswa belajar lebih kreatif apabila mereka menggunakannya dengan tepat. Karena itu, sekolah mendukung kegiatan yang mengarahkan pelajar agar lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi.
AI dapat menjadi alat belajar, ruang kreativitas, dan sarana dakwah edukatif di dunia digital. Namun, teknologi yang sama juga bisa menimbulkan masalah ketika penggunaannya tidak terarah. Karena itu, edukasi seperti ini penting agar pelajar mampu memanfaatkan AI untuk karya yang positif, bermanfaat, dan bertanggung jawab.









