Perkuat Kompetensi Fasilitator Lansia, PDA Boyolali Gelar ToT Sekolah Senior Standar 2

Penulis: Zaki Zain | Editor: Syaifudin
Pimpinan Daerah Aisyiyah Boyolali bersama pemateri training fasilitator sekolah lansia

BOYOLALI, KYAIMENTERI.ID – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Boyolali menggelar Training of Trainers (ToT) Sekolah Senior Aisyiyah Standar 2 di Rumah Pengaderan dan Pelatihan Aisyiyah, Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Selasa (25/8/2026).

Melalui kegiatan ini, PDA Boyolali menyiapkan fasilitator Sekolah Senior Aisyiyah. Para fasilitator nantinya akan mendampingi pembelajaran lansia di kelompok masing-masing.

Ketua PDA Boyolali, Sri Hidayati, menjelaskan bahwa ToT kali ini memperkuat pelaksanaan Sekolah Senior Aisyiyah Standar 2.

Sebelumnya, pada Standar 1, para fasilitator mempelajari materi dasar ibadah dan kesehatan lansia.

Materi Standar 1 meliputi tuntunan shalat, hafalan surat pendek, doa harian, pengenalan penyakit degeneratif, kesehatan mental agar lansia tidak mudah depresi, serta senam ringan sesuai kondisi tubuh.

Pada Standar 2, PDA Boyolali mengembangkan materi lebih lanjut. Para fasilitator mempelajari adab sehari-hari, fikih berpakaian, kesehatan gigi, perawatan diri pada usia senja, bijak bermedia sosial, hingga fikih taharah.

Sri juga berpesan agar para fasilitator segera mempraktikkan hasil pelatihan. Ia meminta mereka memulai dari lingkungan sekitar, terutama dalam mendampingi lansia di wilayah masing-masing.

Materi Keislaman dan Kesehatan

Dalam ToT Sekolah Senior Aisyiyah Standar 2 ini, para fasilitator mempelajari sejumlah materi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, kesehatan, dan penguatan spiritualitas lansia.

Materi pertama membahas Adabul Mar’ah fil Islam, yaitu adab perilaku sehari-hari bagi perempuan Muslimah. Materi ini juga mengulas fikih berpakaian sesuai syariat.

Selain itu, para peserta mempelajari fikih taharah, meliputi wudu, tayamum, dan mandi besar. Bekal ini membantu fasilitator mendampingi lansia dalam memahami praktik ibadah harian secara benar dan sesuai tuntunan.

Jangan Malu Memakai Gigi Palsu

ToT ini juga menghadirkan materi kesehatan gigi. drg. Ana, Sp.BM, spesialis bedah mulut, mengajak para fasilitator memahami pentingnya kesehatan gigi dan mulut bagi lansia.

Ia menekankan bahwa lansia membutuhkan kemampuan mengunyah yang baik agar dapat makan dengan nyaman dan menjaga asupan gizi.

“Lansia jangan malu memakai gigi palsu, karena makanan itu perlu dikunyah,” pesan drg. Ana.

Menurut drg. Ana, gigi palsu dapat membantu lansia mengunyah makanan dengan lebih baik. Dengan begitu, lansia dapat menjaga asupan gizi dan mempertahankan kualitas hidup.

Cantik dan Sehat di Usia Senja

Para fasilitator juga mempelajari materi “Ngudi Sariro Ngudi Busono: Cantik di Usia Senja”. Dr. Vika menjelaskan bahwa lansia dapat menjaga kecantikan dengan merawat kesehatan tubuh dan jiwa.

Menurut Dr. Vika, lansia dapat menjaga kecantikan melalui makanan bergizi, olahraga yang sesuai dengan kondisi usia lanjut, istirahat yang cukup, serta suasana batin yang bahagia.

“Menjaga kecantikan pada usia senja bisa dilakukan dengan makanan bergizi, olahraga yang sesuai untuk lansia seperti senam senior dan renang, istirahat yang cukup, serta memperbanyak senyum dan rasa bahagia,” ujar Dr. Vika.

Melalui materi tersebut, fasilitator memperoleh bekal untuk membantu lansia menjaga kesehatan, kebugaran, kerapian, dan kepercayaan diri. Usia lanjut tidak menghalangi seseorang untuk tetap tampil sehat, segar, dan bahagia.

Bijak Bermedia Sosial

Selain materi keislaman dan kesehatan fisik, para peserta juga mempelajari cara bijak bermedia sosial. Materi ini mengaitkan penggunaan media sosial dengan stres dan kesehatan jiwa.

Materi ini penting karena lansia juga menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi digital.

Karena itu, fasilitator perlu memiliki bekal untuk mendampingi lansia agar menggunakan media sosial secara sehat, aman, dan bermanfaat.

Melalui kegiatan ini, PDA Boyolali berharap para fasilitator Sekolah Senior Aisyiyah Standar 2 mampu menjadi pendamping pembelajaran lansia.

Mereka tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membantu lansia tetap sehat, mandiri, religius, dan bermanfaat di lingkungan masing-masing. (*)

 

 

 

 

 

Bagikan Tulisan Ini