Pemprov Sulsel Siapkan Lahan di GOR Sudiang untuk Sekolah Rakyat Berkapasitas 3.000 Murid

Penulis: Tony Muhammad | Editor: Syaifudin
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mendampingi Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, meninjau Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3, Sulawesi Selatan di Jalan Pajjaiang, Sudiang Raya, Makassar, Jumat (7/8/2026). (Foto: Istimewa)

MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pemerintah provinsi kembali mengusulkan penyiapan lahan baru di kawasan GOR Sudiang Makassar, untuk membangun Sekolah Rakyat berkapasitas sekitar 3.000 siswa.

“Kita siapkan tanah akan dibangun kapasitas 3.000. Diusulkan disiapkan sekolah ini untuk menampung anak-anak sekolah,” katanya, di Makassar, Sabtu (8/8).

Gubernur menjelaskan, pihaknya kembali menawarkan hibah lahan tambahan, jika pusat ingin menambah fasilitas baru pembangunan Sekolah Rakyat.

Usulkan Tambahan Gedung Permanen

“Beliau (Mensos) persilahkan jika ingin membangun gedung baru lagi. Insya Allah segera kita usulkan satu lagi gedung permanen Sekolah Rakyat,” ungkapnnya.

Ia berharap kualitas Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan terus meningkat, sehingga mampu memenuhi standar pendidikan bertaraf internasional.

“Berkenan jika kemudian nantinya standarisasi international school bisa masuk ke sekolah ini, bisa jadi luar biasa lagi,” ujarnya.

Konsep Awal Menampung Seribu Murid

Ia menjelaskan, konsep awal setiap gedung permanen Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung sekitar 1.000 murid.

Namun sesuai evaluasi dan kebutuhan di lapangan, kapasitas tersebut kini ditingkatkan menjadi lebih dari 2.000 siswa mulai jenjang SD, SMP hingga SMA.

Sehingga semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh pendidikan berkualitas.

Andi Sudirman menyambut baik Program Sekolah Rakyat dari Kemensos. Ia mendukung dengan menyediakan gedung dengan kapasitas 400 orang untuk Sekolah Rakyat.

“BPSDM memang (pelatihan) Sumber Daya Manusia, saya ingin memanfaatkannya untuk (Sekolah Rakyat bagi) masyarakat saya terutama yang membutuhkan,” katanya.

Kunjungan Mensos ke Sekolah Rakyat

Sehari sebelumnya, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, meninjau langsung Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3, Sulawesi Selatan di Jalan Pajjaiang, Sudiang Raya, Makassar, Jumat (7/8/2026).

Mensos didampingi Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, sekaligus memastikan usulan pembangunan gedung permanen tambahan untuk memperluas daya tampung.

Gus Ipul menyebut bahwa perkembangan Sekolah Rakyat di Sulsel menjadi salah satu yang paling cepat di Indonesia, berkat sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah setelah satu tahun beroperasi kita lihat lebih percaya diri, pertumbuhan juga cukup bagus dari sisi fisik, dari sisi mental,” kata Gus Ipul.

Mensos menyebut ada dua lokasi di Makassar yang siap menjadi tempat penyelenggaraan Sekolah Rakyat untuk anak-anak dari keluarga miskin. Kedua lokasi ini adalah Sentra Wirajaya dan BBPPKS Makasar.

Sementara satu lokasi lagi yang sedang disurvei yaitu gedung milik BPSDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Tumbuh Jadi Generasi Tangguh

Kesiapan pembukaan sekolah rakyat ini merupakan bukti keseriusan pemerintah memutus mata rantai kemiskinan.

“Boleh orangtuanya tidak sekolah, tapi anak-anaknya harus tumbuh jadi generasi tangguh,” ujarnya.

Ia menyebut, Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin yang masuk desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sekolah ini berasrama dan lengkap dengan fasilitas seperti ruang kelas, perpustakaan, asrama siswa dan guru, hingga lapangan olahraga.

“Tidak ada tes akademik. Yang penting anaknya sehat,” tambahnya. (*)

 

 

Bagikan Tulisan Ini