SUMBAWA BARAT, KYAIMENTERI.ID – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berencana menyusun ulang buku Muatan Lokal (Mulok) untuk jenjang SD dan SMP guna memperkuat penanaman nilai adat kepada murid.
Penyusunan ulang buku Mulok itu melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus), serta Badan Riset Daerah (BRIDA) KSB.
Kepala Dikbud KSB, Agus menjelaskan, pihaknya bersama Arpus dan Brida KSB tengah mengurus proses penyusunan buku sesuai arahan bupati.
Karya Kolektif Banyak Penulis
Agus menyebut, buku tersebut merupakan karya kolektif banyak penulis. Sehingga statusnya masih dalam pengkajian, apakah akan diterbitkan ber-ISBN atau sekadar referensi tambahan di sekolah.
“Kata bupati kemarin memerintahkan Dikbud, Brida dan Arpus untuk mengurus prosesnya. Karena mencetak buku ini tidak sembarangan, ada tahapan-tahapannya,” kata Agus saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (5/8/2026).
Agus menjelaskan, pelajaran Mulok di setiap sekolah KSB sebenarnya sudah memiliki kurikulum masing-masing, sehingga buku baru ini direncanakan hanya menjadi materi tambahan penanaman nilai dan karakter, bukan pengganti kurikulum yang ada.
Sebagai Penanaman Nilai Tambah
“Muloknya masing-masing sekolah sudah ada kurikulumnya. Jadi Mulok ini mungkin hanya masuk sebagai bagian perkenalan dan penanaman nilai tambah saja,” ujarnya.
Agus menambahkan, Dikbud KSB memposisikan diri hanya sebagai penerima manfaat begitu buku selesai dicetak, sementara pengurusan teknis sepenuhnya berada di tangan BRIDA.
“Kami Dikbud hanya sebagai penerima manfaat setelah buku itu selesai. Karena kami yang akan membagikan ke Sekolah. Jadi peroses penyusunan berada ranah BRIDA. Tapi untuk alokasi anggaran, murni keputusan pimpinan daerah,” imbuh Agus.
Sebelumnya, Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, menyampaikan rencana penyusunan ulang mulok tersebut dalam Forum Yasinan, Kamis (30/7/2026) lalu.
Harus Tanamkan Nilai Adat
Amar menilai, Mulok yang berjalan selama ini hanya berisi pengenalan adat tanpa penanaman nilai kepada siswa. “Selama ini muatan lokal hanya berisi pengenalan, mengenalkan adat, macam-macam adat, corak tertentu dalam adat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, buku Mulok ke depan harus memuat pengenalan sekaligus penanaman nilai adat, bukan sekadar pengetahuan permukaan, guna memperkuat karakter generasi muda KSB.
“Untuk ke depan saya mendorong ada pengenalan nilai dan penanaman nilai adat, jadi saya minta untuk segera disusun ulang buku atau bahan ajar Muatan Lokal untuk SD dan SMP,” tegasnya.
Amar memberi tenggat waktu penyusunan buku hingga 21 Agustus 2026 kepada Dikbud, Arpus, serta BRIDA KSB. “Saya beri tenggat waktu paling telat tanggal 21 Agustus harus sudah selesai,” ujarnya.
Ditambah Peduli Lingkungan dan Budaya
Bupati juga meminta sejumlah nilai lain turut dibakukan dalam Mulok, termasuk Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), larangan membuang sampah sembarangan, kepedulian menjaga lingkungan, hingga kesenian tradisional seperti tari, lawas, dan sakeco.
“Termasuk juga nilai-nilai lain seperti STBM, tidak buang sampah sembarangan, menjaga lingkungan, saya minta ini dibakukan dan termasuk juga seperti kesenian lawas, tari, dan lainnya,” kata dia.
Amar juga meminta ketiga OPD berkolaborasi dengan budayawan lokal dalam penyusunan buku, sekaligus memastikan ketersediaan anggaran pendukungnya. “Mohon didesain dengan baik bukan hanya desain buku, tapi anggarannya juga,” imbuhnya. (*)









