Pagi Ceria di Balikpapan, Kemendikdasmen Perkuat Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Penulis: 
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengingatkan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap gawai dan memperbanyak aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari di BSCC, Balikpapan, Kaltim, Jumat (5/6) (foto. ist)

BALIKPAPAN, KYAIMENTERI.ID – Membangun generasi unggul tidak hanya dimulai dari ruang kelas, tetapi juga melalui kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari. Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Pagi Ceria di Balikpapan yang mempertemukan ribuan murid dan guru dalam suasana sehat, semangat, dan menyenangkan sebagai bagian dari penguatan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Kegiatan yang dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, serta sejumlah pejabat daerah tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat pembiasaan positif di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, peserta didik didorong untuk tumbuh dan berkembang secara utuh, baik dari aspek akademik, karakter, maupun kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Abdul Mu’ti mengajak para murid untuk membiasakan pola hidup sehat sekaligus menjaga lingkungan sekolah yang aman, nyaman, bersih, dan menyenangkan bagi semua. Ia juga mengingatkan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap gawai dan memperbanyak aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

“Biasakan hidup sehat dengan berjalan kaki dan bersepeda, jangan terlalu banyak bermain gawai. Ciptakan sekolah yang aman, nyaman, bersih, dan sehat. Hindari menggunakan kata-kata yang menyakiti teman agar sesama murid dapat hidup rukun dan saling menghargai,” pesan Menteri Abdul Mu’ti kepada para murid di Balikpapan Sports and Convention Center (BSCC), Kalimantan Timur, Jumat (5/6).

Suasana semakin meriah ketika Menteri Abdul Mu’ti berinteraksi langsung dengan para peserta melalui sesi tanya jawab. Murid-murid yang berhasil menjawab pertanyaan seputar kebiasaan hidup sehat, karakter, dan wawasan kebangsaan mendapatkan hadiah sepeda.

Sebanyak 15 sepeda dibagikan kepada para murid, masing-masing lima sepeda dari Menteri Abdul Mu’ti, lima sepeda dari Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, dan lima sepeda dari Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. Sorak gembira dan tepuk tangan peserta menambah hangat suasana kebersamaan yang terjalin sepanjang kegiatan.

Kegiatan Pagi Ceria di Balikpapan diikuti ribuan murid dan guru sebagai bagian dari penguatan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Antusiasme peserta juga terlihat dari kesan yang disampaikan Fahmi Taufik, murid SMA Negeri 4 Balikpapan. Ia mengaku senang dan bangga dapat mengikuti kegiatan yang mempertemukan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.

“Saya sangat antusias dan bahagia sekali dengan adanya kegiatan kali ini, apalagi dibersamai dengan Pak Menteri. Menurut saya ini adalah momen yang sangat spesial, sangat berharga, bahkan langka. Saya berharap melalui kegiatan ini kami bisa mendapatkan relasi dan memperkuat kebersamaan karena acara ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA,” ujar Fahmi.

Kegembiraan serupa juga dirasakan Ayunindya dan Naura, murid SDN 014 Balikpapan. Mereka mengaku senang dapat mengikuti Pagi Ceria bersama ribuan peserta didik lainnya. Menurut mereka, kegiatan tersebut tidak hanya membuat tubuh lebih sehat melalui Senam Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, tetapi juga memberikan kesempatan untuk bertemu dan berkenalan dengan banyak teman dari sekolah lain.

“Kami senang mengikuti Pagi Ceria karena bisa lebih sehat dengan melakukan Senam Anak Indonesia Hebat dan bisa bertemu banyak teman dari sekolah lain,” ungkap Ayunindya dan Naura.

Pagi Ceria menjadi salah satu upaya membangun ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Pendidikan tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, kesehatan fisik dan mental, serta kemampuan berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain.

Melalui penguatan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Kemendikdasmen berharap peserta didik semakin terbiasa menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik. (*)

Bagikan Tulisan Ini