MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID – Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 23 Makassar, menggelar Open House untuk memperkenalkan program pendidikan Sekolah Rakyat kepada masyarakat luas, di Jalan Salodong, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/10/2026).
Kepala SRMP 23 Makassar, Radiah mengatakan, open house bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai program Sekolah Rakyat yang menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“Open House sekaligus menunjukkan potensi dan prestasi para siswanya,” ujarnya, di Makassar, Sabtu (17/10/2026).
Radiah mengatakan, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenyam pendidikan, tetapi juga membantu membangun kepercayaan diri agar mereka berani bermimpi, mengembangkan bakat, dan meraih prestasi.
“Sekarang mereka tidak hanya bisa bermimpi, tetapi juga berani tampil dan berprestasi, baik secara akademik maupun non akademik,” kata Radiah.
Open House para siswa kali ini menampilkan beragam kemampuan siswa, mulai dari pencak silat, karate, paduan suara, drum band, hingga kemampuan berbahasa asing.
Kegiatan bertema “Dulu Kami Bermimpi, Kini Kami Berani” ini, menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang ketika mendapatkan kesempatan, pendampingan, dan dukungan yang memadai.
Di bidang akademik, sejumlah siswa mengikuti kegiatan olimpiade di Universitas Negeri Makassar (UNM).
Sementara di bidang nonakademik, siswa meraih prestasi melalui pencak silat, menyanyi solo, dan karya lainnya.
“Ini menunjukkan keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi anak-anak untuk berkembang apabila mendapatkan kesempatan dan dukungan pendidikan yang memadai,” ujarnya.
Radiah mengungkapkan, SRMP 23 Makassar memulai kegiatan pendidikan pada 14 Juli 2025.
Sekolah ini menerapkan sistem pendidikan berasrama, dan menyediakan berbagai fasilitas penunjang kebutuhan belajar dan kehidupan siswa meliputi seragam sekolah, laptop, asrama, layanan kesehatan, serta makanan bergizi gratis.
Saat ini, SRMP 23 Makassar menampung 124 peserta didik yang seluruhnya berada di kelas VIII. Mereka berasal dari wilayah Kota Makassar. Sebanyak 84 peserta didik merupakan laki-laki dan 40 lainnya perempuan
Aktivitas peserta didik juga mencakup kehidupan di asrama, pembiasaan disiplin, pengembangan kemandirian, serta kegiatan bersama yang mendukung pembentukan karakter.
Untuk menunjang kebutuhan tersebut, sekolah dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain laboratorium IPA, perpustakaan, ruang kelas, lapangan futsal, serta lapangan takraw.
Juga lapangan voli, masjid, asrama, ruang makan, unit kesehatan sekolah (UKS), ruang konseling, ruang laundry, dan aula.
“Fasilitas membantu siswa mengikuti proses pembelajaran dengan lebih baik, sekaligus memberikan dukungan bagi anak-anak yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses pendidikan,” jelasnya.









