Lahirkan Generasi Siaga, PMR SMK Muhammadiyah 2 Cepu Resmi Dikukuhkan

Penulis: Gunawan Trihantoro | Editor: Syaifudin
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora, Ir. H. Sutikno Slamet mengukuhkan anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMK Muhammadiyah 2 Cepu, Rabu (2/9/2026),

BLORA, KYAIMENTERI.ID — Menolong sesama membutuhkan kepedulian sekaligus keterampilan.

Nilai itulah yang mulai ditanamkan SMK Muhammadiyah 2 Cepu melalui pengukuhan dan pendidikan serta pelatihan Palang Merah Remaja (PMR), Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah 2 Cepu,  diikuti 43 peserta, termasuk 32 siswa sebagai anggota PMR.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora, Ir. H. Sutikno Slamet, sebagai narasumber.

Momen Bangun Karakter Siswa

Pengukuhan PMR menjadi momentum penting bagi sekolah untuk membangun karakter siswa melalui pendidikan kemanusiaan, kepedulian sosial, kedisiplinan, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Cepu, Zaenal Arifin, S.Ag., MM mengatakan, pengukuhan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi tonggak awal pembentukan generasi muda yang tanggap dan peduli.

“PMR mengajarkan nilai-nilai luhur kemanusiaan, seperti kejujuran, kepedulian, kerja sama, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat,” ujar Zaenal.

Lebih Siap Hadapi Situasi

Menurutnya, keterampilan pertolongan pertama yang dipelajari siswa memiliki manfaat jauh melampaui lingkungan sekolah karena dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bekal tersebut diharapkan mampu membuat siswa lebih siap menghadapi situasi yang membutuhkan pertolongan, baik di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.

Ketua PMI Kabupaten Blora, Ir. H. Sutikno Slamet, memberikan penguatan mengenai pentingnya PMR sebagai wadah pembelajaran nilai-nilai kemanusiaan bagi generasi muda.

Ajarkan Kedisiplinan dan Kepedulian

Ia menyampaikan, PMR tidak hanya berkaitan dengan keterampilan pertolongan pertama, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kepedulian, tanggung jawab, dan kesiapsiagaan.

“PMR mengajarkan kedisiplinan, kepedulian, dan keterampilan pertolongan pertama yang penting dikuasai sejak dini,” kata Sutikno.

Ia juga berpesan kepada anggota PMR yang baru dikukuhkan agar terus berlatih dan meningkatkan kesiapsiagaan karena kondisi darurat dapat terjadi kapan saja.

“Kepada anggota PMR yang baru dikukuhkan, teruslah berlatih dan bersiap siaga, karena situasi darurat bisa datang kapan saja,” pesannya. (*)

Bagikan Tulisan Ini