Kemendikdasmen Percepat Digitalisasi Pembelajaran, Seluruh Sekolah Akan Dilengkapi Papan Interaktif Digital

​SEMARANG, KYAIMENTERI.ID — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui program prioritas digitalisasi pembelajaran. Langkah ini diwujudkan dengan perluasan distribusi bantuan sarana teknologi berupa Papan Interaktif Digital (Interactive Flat Panel/IFP), laptop, hingga perangkat harddisk eksternal berisi platform pendidikan offline ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

​Hal tersebut disampaikan oleh Tim Kerja Digitalisasi Pembelajaran Direktorat SMP Kemendikdasmen, Dodi Bayu Artaputra, dalam Webinar Komunitas Belajar (Kombel) Tugumuda Seri ke-133, Senin (3/8/2026).

​Dodi menjelaskan bahwa kebijakan digitalisasi ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjawab tantangan rendahnya skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia pada bidang membaca, matematika, dan sains. Melalui fasilitas teknologi di ruang kelas, proses belajar-mengajar diharapkan menjadi lebih interaktif dan menarik bagi peserta didik.

​”Kita tidak bisa lagi menggunakan metode lama jika ingin meningkatkan mutu pendidikan. Papan interaktif digital ini bukan sekadar pengganti papan tulis atau proyektor, melainkan media agar siswa dapat terlibat aktif, berinteraksi, dan mempercepat pemahaman materi,” tegas Dodi.

​​Ia menambahkan bahwa sasaran pemerintah adalah memastikan seluruh sekolah terfasilitasi sarana digital ini secara merata.

“Target Pak Presiden, secara bertahap hingga pertengahan 2026 semua sekolah di Indonesia sudah mendapat layar papan interaktif tersebut untuk mendukung pembelajaran mendalam,” tambahnya.

​Langkah percepatan dari pusat ini disambut positif oleh pemerintah daerah. Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Semarang, Miftahudin, menyambut baik intervensi program dari Kemendikdasmen untuk memecahkan isu strategis terkait kemampuan digital pendidik.

​”Apresiasi tinggi kepada Kemendikdasmen atas sinergi ini. Di daerah, tantangan pemanfaatan teknologi masih cukup besar. Melalui dukungan sarana dan arahan dari kementerian, kami optimistis efisiensi dan efektivitas pembelajaran di kelas dapat meningkat pesat,” tutur Miftahudin dalam sambutannya. (*)

Bagikan Tulisan Ini