BLORA, KYAIMENTERI.ID – Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mengejar nilai dan meraih gelar sarjana. Alifna Nur Fadilla memilih memanfaatkan masa kuliah untuk memperluas pengalaman, mengembangkan potensi, dan mengukir prestasi. Mahasiswi Program Studi Informatika Universitas Teknologi Ronggolawe (UTR) ini kini dipercaya menjadi Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UTR periode 2026–2027.
Mahasiswi semester V yang akrab disapa Alif itu aktif di berbagai organisasi, mulai dari lingkungan kampus hingga kegiatan sosial dan olahraga. Di tengah kesibukannya, ia tetap menargetkan prestasi akademik dengan cita-cita menjadi lulusan terbaik UTR.
“Menjadi Presiden BEM itu sebuah tantangan. Masa muda itu hanya sekali, maka sekalian saja capek, tetapi harus bermanfaat untuk masa depan,” ungkap Alif.
Baginya, masa kuliah merupakan kesempatan untuk belajar lebih banyak, tidak hanya melalui materi perkuliahan, tetapi juga dari pengalaman berorganisasi dan menghadapi berbagai persoalan secara langsung.
“Tidak semua materi itu didapatkan di kelas. Dengan berorganisasi, pengetahuan kita jadi bertambah. Pengalaman adalah sisi termahal,” tuturnya saat ditemui kyaimenteri.id di kampusnya, Selasa (20/10/2026).
Selain memimpin BEM UTR, Alif aktif di Himpunan Mahasiswa Informatika, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), organisasi olahraga, Tapak Suci, Cepu Adventure Rescue (CAR), serta Forum Generasi Remaja.
Beragam aktivitas tersebut menjadi ruang baginya untuk mengasah kemampuan komunikasi, bekerja sama, dan mengambil tanggung jawab. Terlebih, sebagai Presiden BEM, ia dituntut mampu menjalankan amanah organisasi sekaligus mengakomodasi aspirasi mahasiswa.
Meski memiliki banyak kegiatan, Alif tidak ingin aktivitas organisasi mengganggu perkuliahannya. Alumni SMA Negeri 1 Cepu itu berupaya menjaga keseimbangan antara kegiatan di luar kelas dan pencapaian akademik.
Ia justru ingin menjadikan pengalaman berorganisasi sebagai bekal untuk mendukung proses belajar. Kemampuan mengatur waktu, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan persoalan menjadi keterampilan yang menurutnya penting untuk menghadapi dunia setelah lulus.
Semangat mengembangkan diri juga terlihat dari kiprahnya di bidang olahraga bela diri. Alif pernah meraih Juara I Seni Tapak Suci tingkat Kabupaten Blora. Prestasi tersebut melengkapi pengalamannya dalam mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik.
Kini, amanah sebagai Presiden BEM UTR membuka kesempatan lebih luas bagi Alif untuk belajar memimpin dan berkontribusi bagi lingkungan kampus. Ia ingin memanfaatkan masa muda sebagai proses mempersiapkan diri, bukan sekadar menjalani rutinitas perkuliahan.









