MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID – Dua guru MAN 2 Kota Makassar, Chaerul Akbar dan Nurhamida Yusuf, mengembangkan KIMORA, alat bantu praktikum Kimia yang memadukan sensor digital dan kecerdasan buatan (AI).
KIMORA merupakan singkatan Kimia Monitoring and Reasoning AI. Prototipe alat tersebut dipresentasikan dalam kompetisi Bakti BCA Bootcamp Teacher Tech Championship Indonesia Timur 2026 di Hotel Santika Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026).
“KIMORA merupakan perangkat hybrid yang memadukan alat fisik dengan sensor dan sistem digital berbasis suara,” kata Chaerul Akbar di sela-sela kegiatan tersebut.
Chaerul yang sehari-hari mengampu pelajaran Informatika mengatakan, KIMORA masih berupa prototipe, sehingga masih membutuhkan sejumlah penyempurnaan.
Alat tersebut juga baru pertama kali ditampilkan kepada publik dalam kompetisi tersebut.
“Kami harus bersaing dengan peserta lain yang juga punya karya berbeda,” ujarnya.
Secara bentuk, KIMORA menyerupai dispenser berwarna merah muda yang dihiasi figur kucing.
Alat tersebut memiliki tiga nozel yang digunakan untuk mengukur suhu, tingkat keasaman atau pH, serta Total Dissolved Solids (TDS) pada air.
Sementara itu, Nurhamida Yusuf yang sehari-hari mengampu pelajaran Kimia di MAN 2 Kota Makassar menjelaskan, gagasan pembuatan KIMORA berangkat dari kebutuhan pembelajaran di kelas.
Salah satunya ketika terdapat siswa dengan kondisi buta warna yang mengalami kesulitan menentukan tingkat keasaman menggunakan kertas lakmus.
Dalam penggunaannya, sampel air ditempatkan pada wadah pengujian yang dilengkapi tiga sensor.
Siswa kemudian memilih parameter yang akan diukur melalui layar yang terhubung dengan mikrokontroler ESP32.
Hasil pengukuran selanjutnya dikirim ke dashboard dalam bentuk tabel dan grafik sehingga siswa dapat melihat hasil praktikum secara digital.
Selain mengukur parameter air, KIMORA dilengkapi Reasoning AI berbasis suara. Sistem tersebut memberikan pertanyaan pemantik yang kemudian dijawab siswa melalui suara.
Menurut Nurhamida, penggunaan AI membuat kegiatan praktikum tidak hanya berfokus pada hasil pengukuran.
Siswa juga dapat memperoleh penjelasan mengenai kondisi air serta berinteraksi dengan sistem melalui pertanyaan dan jawaban.
“Perangkat tersebut dirancang sebagai media investigasi yang dapat digunakan lintas materi dan bahkan lintas mata pelajaran,” ujarnya.
KIMORA dikembangkan dalam rangka mengikuti Bakti BCA Bootcamp Teacher Tech Championship Indonesia Timur 2026 dengan tema “Inovasi Alat Bantu Pembelajaran Berbasis STEM untuk Mendukung Deep Learning”.
Program pengembangan profesional guru yang diselenggarakan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA tersebut memasuki tahun kedua.
Pesertanya berasal dari enam provinsi di Sulawesi, yakni Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Peserta kompetisi berasal dari bidang Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Informatika, serta Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU).
Sebanyak 12 tim yang masing-masing terdiri atas dua guru mengikuti Teacher Tech Championship 2026. (*)









